Mengunyah Imajinasi Disko 80-an Pemuda Bernama Slowanderer

Artikel Anggitane | 

Hujanmusik.id, MALANG - Pagi ini saya sedang menikmati udara bebas berselancar di tengah kota Bogor. Segar dengan uap natural, karena tepat di tengah-tengah kebun ala-ala kebun raya. Hasrat gerak badan tengah menikmati dan termotivasi bebunyian disco house era 80-an menguasai gelombang permutar suara. Sudah ada ABBA, Aqua, Bee Gees hingga “I Will Survive” versi Gloria Gaynor.

Terus terang, tema pagi ini ada muasalnya. Saya kembali suka soundtrack 80-an tersebab pemuda elektronik asal Malang, Slowanderer. Single teranyarnya “Dig In Deep Down” sukses menarik balik energi 80-an menjadi jeda elektronik, setelah pusat-pusat belanja, coffeshop pun bahkan stasiun radio kita yang menjadi serba Korea. Bahkan, musisi yang bernama asli Jul ini nyata-nyata menunjuk referansi yang sesuai selera. 


Slowanderer, pemuda pengusung musik elektronik asal Malang merilis single "Dig In Deep Down" bersama Shuttleark ft. Karima SasiDOK. SLOWANDERER


“Saya banyak dengerin disco 80-an seperti ABBA, Aqua, Bee Gees, sampai lagu ikonik “I Will Survive” milik Gloria Gaynor,” ujarnya.

Bedanya, saya akan lebih klise nan pop, karena menambahkan “All That She Wants” milik Ace of Base juga “Take On Me” versi a-ha.

“Dig In Deep Down” sejatinya dirilis pada paruh awal tahun 2024. Pada single anyar ini terjadi sedikit pergeseran atmosfer dari genre tropical house yang biasa Slowanderer usung di dua karyanya terdahulu bersama Saladdays dan Fahem. Kali ini Slowanderer menggandeng Shuttleark untuk urusan penulisan lirik serta Karima Sasi yang mengisi bagian vokal.

Menurut saya kolaborasi ketiganya sukses mencipta dengan apik. Shuttleark mampu menggubah lirik puitis dengan tema yang disiapkan oleh Slowanderer. Gaya penulisan yang phoetic dan cocok untuk tema yang disodorkan kali ini. Ditambah warna vokal Karima Sasi dari kolektif Eas.y sangat cocok untuk arah musik yang dibawa Slowanderer. Kental era disko 80-an, vokal manis dan lirik liar menggelitik.

“Pas cari-cari, referensi inilah terbesit keinginan untuk membuat lagu disco karena masih memiliki akar yang sama dengan genre saya yakni house,” ungkap Slowanderer.

Kejutan berikutnya, Slowanderer menuangkan visi visualnya “Dig In Deep Down” dengan memproduksi video musik yang digarap oleh rumah produksi Paguyuban Pembawa Pesan. Aktor Temi Adwin dan model Cornelia Renata didapuk sebagai pemeran utama dalam video yang berkisah tentang perjumpaan yang memicu imajinasi. Pengambilan gambar dilakukan di Rust Bar, Malang dalam 1 hari, sedangkan proses pasca produksi dilakukan hingga memakan waktu lebih dari satu bulan.

Rilisnya “Dig In Deep Down” membuat Slowanderer semakin tertarik untuk mengeksplorasi banyak subgenre musik house yang ia tekuni. “Goals utama tetap menghibur pendengar musik elektronik. Namun di tahun ini, secara musikal nampaknya aku akan mencoba lebih eksplore beberapa genre agar memberi opsi bagi teman-teman yang mendengarkan laguku.”

“Dig In Deep Down” resmi rilis secara independen di berbagai platform digital pada tanggal 1 Maret 2024 dan videonya bisa disaksikan di Youtube Slowanderer sejak tanggal 2 Maret 2024.




Previous Post Next Post