Kala Gani Meredam dengan “Hope”

Gani, pemuda asal Bandung yang menjajal kemampuan musiknya dengan merilis single "Hope"

Gani, musisi muda asal Bandung yang menjajal kemampuan musiknya dengan merilis single "Hope". Foto : dok.Gani

 

Artikel : Anggitane

 

HujanMusik!, Bandung – Keteraturan sedang membekap. Petang itu saya terima kabar, tentang menepinya seorang kawan atas nama paparan pandemi. Kami memang tak bersua, namun saya tahu betul bagaimana dia mengacuhkan segala keteraturan, tak jaga diri dan memperdulikan situasi lingkungan. Lantas, pada pembatasan gelombang kedua, ia menjadi salah satunya. Keteraturan yang mau tak mau harus diikuti. Seandainya saja sejak awal berhati-hari, tentunya tak begini. Kini perenungan lebih banyak mengisi hari-harinya. Seperti konflik yang meredam, sebagaimana diceritakan Gani dalam musiknya, “Hope”.

Meski beda konteks, saya coba memaksakan pemahaman bahwa nuansa akustik dalam “Hope” serupa dengan harapan agar masa suram segera berlalu. Alunan harmonisasi yang dibawakan tak memburu penyesalan, justru sebaliknya, membawa kita pada perenungan-perenungan. Bahwa kta bisa menjadi lebih baik dan menguatkan diri untuk kesana.

 

Simak! di HujanMusik! : “Titah-Titah Lembut Imajinasi Isi Kepala Gumam dalam Single “Kelana””

 

Gani adalah musisi pendatang baru yang berproses dan menempa minat musiknya di kota asal, Bandung. Awal Mei lalu ia muncul dengan sebuah lagu yang bernuansa akustik diberinya judul “Hope”. Musisi yang bernama lengkap Gani Nurdiyana itu memilih menjerang sebuah harapan yang ia tuangkan ke dalam lagu. “Hope” ditulisnya sebagai suatu transisi dari rentetan konflik bersama pasangan yang membuat masing-masing diri merenungi kesalahannya, lantas berakhir menjadi sebuah harapan untuk hidup bersama penuh kedamaian.

Musik akustik yang dibawakan Gani bersama Eiq Katakita terasa makna romantisnya. Membuka lagu dengan baik, menghantarkan alur musikal melalui bridge hingga reff. Hingga berakhir menciptakan sebuah siklus kelam menuju sisi keromantisan.

Alunan harmonisasi duo gitar dari lagu ini,mengingatkan kita pada duo asal Norwegia Kings of Convenience. Lagu romantic yang sering mengisi relung perjalanan saya dari kota ke kota lainnya. Reverb yang tercampur dalam komposisi lagu ini membuat seakan kita tenggelam dan tenang. Dibantu oleh sang kakak yang juga seorang pemain gitar di Kota Bandung. Pada bagian backing vokal juga terdengar suara Ajeng Ambar Retno yang lirih mengiringi. Lagu ini secara keseluruhan digarap secara home recording.

Lalu, tepat pada tanggal 1 Mei kemarin lagu ini resmi diluncurkan dalam bentuk video lirik di channel youtube “GANI”, serta rilisan digital di spotify, itunes dan platform musik lainnya.

 

(Visited 115 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *