Menyemai Harapan “Mars Pengangguran”

Syarikat Idola Remaja, unit folk keroyokan asal bandung berhasil mengeluarkan single ke-4 "Mars Pengangguran"

 

Artikel : Johanes Jenito

 

HujanMusik!, Bandung– Pandemi COVID19 yang terjadi sejak lebih dari empat bulan silam membuat sebagian besar warga merubah kebiasaannya. Dari yang terbiasa bekerja dengan jadwal rutin di gedung perkantoran berubah menjadi bekerja dari rumah, seturut himbauan pemerintah.

Saat di rumah, waktu terasa berjalan lebih lamban. Butuh kreatifitas untuk membunuh luangnya waktu. Bergerak biar tak menganggur.

Syarikat Idola Remaja (SIR), kelompok musik keroyokan sembilan orang dari Bandung, juga memilih bergerak. Mereka merilis lagu single “Mars Pengangguran” pada Mei lalu.

Ide lagunya berasal dari Ferry Nurhayat, yang juga bermain keyboard pada band pengiring solois Tulus. Ia menemukan nada dan melodi. Dua kolega lainnya, Dimas Dinar Wijaksana dan Jon Kastella, melengkapi lagu dengan lirik.

Lagu dengan durasi empat menit tiga puluh tiga detik ini dibuka dengan ketukan drum dan raungan gitar. Iramanya mid-tempo. Para vokalisnya, baik laki-laki maupun perempuan, bernyanyi dengan lepas dan lantang, senapas dengan pesan lirik-liriknya.

 

Simak di HujanMusik! : Sundae’s (Interlocal) Playlist dan Panggung Kedua Matajiwa di Bogor

 

Melalui “Mars Pengangguran”, SIR laksana sedang merapal mantra-mantra penyemangat dan penguat bagi para pendengarnya untuk melewati berbagai rintangan hidup, kegamangan duniawi serta tantangan menghadapi pandemi. Sepanjang ada harapan maka kejarlah dan jangan berhenti.

SIR meminta Lafa Pratomo untuk menata musiknya. Lafa menyempurnakan bangunan lagu lewat serangkaian proses mixing dan mastering.

Untuk artwork single ini SIR menggandeng Farid Stevi, seniman muda kontemporer dan frontman band FSTVLST dari Yogyakarta. Dengan latar putih, Farid memvisualisasikan pesan SIR dengan goresan tiga sosok karikatural dan menerjemahkan tiap kata dari “Syarikat Idola Remaja Mars Pengangguran”.

Saat ini SIR tengah menyiapkan album penuh. Sebelum “Mars Pengangguran”, SIR telah merilis single “Sang Bujang” (2019) dan “Musyafir Anthem (Maret, 2020) melalui beragam kanal pemutar musik maya.

Kesembilan personal SIR adalah gabungan dari berbagai pegiat musik folk kota Kembang. Mereka adalah Dimas Dinar Wijaksana (dari band Mr. Sonjaya, Bendi Harmoni dan Bilal AL-Wahid), Dwi Kartika Yudhaswara (dari band Nada Fiksi serta Nil Saujana), Arum Tresnaningtyas (dari band Tetangga Pak Gesang), Sendy Novian (vokalis, gitalele), Fariz Alwan (pemusik bangsing dari band Parahyena), Yaya Risbaya (perkusionis band Mr. Sonjaya) Ferry Nurhayat (pemain keyboard solois Tulus), Zulki (gitaris band RCAC) dan Jon Kastella (solois).

Sembilan orang ini jelaslah bukan penganggur. Mereka adalah bagian dari orang-orang yang memilih untuk percaya dimana ada kemauan di situ ada jalan, agar terus bergerak menjalani hidup, terus menyemai harapan.

(Visited 34 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *