Sinisme Jabogar pada “Rocker Palsu”

Jabogar, unit rock Bogor yang baru saja merilis single "Rocker Palsu".

Jabogar, unit rock Bogor yang baru saja merilis single "Rocker Palsu". Foto : dok.Jabogar

 

Artikel : Johanes Jenito

 

HujanMusik!, Bogor – Rock tak pernah mati. Kredo ini sungguh diamini oleh Bepe Hutabarat (vokal), Heru Maulana (gitar), Yogi Poli (bass) dan Tanchebok Sueb (drum) dari Jabogar. Nyatanya empat sekawan asal Bogor tersebut terus melaju dengan rilisan lagu single-single-nya. Kali ini mereka melempar “Rocker Palsu”. Nada sinisme Jabogar pada hal-hal kepalsuan.

Lagu ini adalah single ketiga setelah “Masa Bodoh Cuek Aja” (2015) dan “Bucin” (2019). Ketiganya penuh energi dengan napas musik yang sama. Hard rock tulen yang tanpa basa-basi.

Heru membuka “Rocker Palsu” dengan raungan gitar elektriknya. Riff-riff sederhana dengan efek gitar vintage menggeram pelan sekitar sepuluh detik. Sound-nya sengaja terdengar kotor demi mendapat kesan masa lalu. Pada detik selanjutnya bergabunglah Yogi dan Tanchebok. Keduanya seirama dalam ketukan satu-satu yang repetitif.

Bepe menimpali pada detik ke tigapuluh lima. Lantang ia berteriak merapal lirik. Narasinya adalah tentang pesan sinisme bagi mereka yang mengaku rocker tapi berperilaku tak sebagaimana layaknya.

 

Simak di HujanMusik! :Bantingan Gitar dan Tanda Kelahiran Jabogar

 

AC/DC rasanya adalah salah satu inspirasi terbesar Jabogar. Tak salah. AC/DC memang peletak tonggak musik rock yang melegenda sejak dekade 70-an. Mereka membalut irama rock n roll dengan sound distortif pada departemen gitar tanpa meninggalkan atmosfer groovy di tiap lagu-lagunya.

Tak pelak, garukan Heru adalah jelmaan Malcolm Young yang menari kasar di sekujur fret gitar. Kadangkala mereka berdua memamerkan teknik-teknik tertentu dalam aksi-aksi solo gitar di tengah lagu. Tarikan Bepe saat mendaki nada pun semirip Brian Johnson. Sementara ketukan ritmis dijaga ketat oleh duo bass-drum.

Dalam artikel HujanMusik! yang lalu tersebutlah asal-usul nama band. Jabogar adalah kependekan dari “Jagoan Bogor Garink”. Sebutan ini merujuk pada aksi-aksi Bepe yang gemar bercanda di atas panggung. Sayangnya, candaannya tak lucu alias “garink”.

Namun “Rocker Palsu” bukanlah lagu “garink”. Sinisme yang mereka sampaikan sungguh tanpa basa-basi. Jujur dan tegas dalam balutan musik yang tepat, musik rock yang tak pernah mati.

(Visited 98 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *