THING Suarakan Suara untuk Perempuan

The Idiot Nasty Group (THING), unit noise/punk rock asal Jakarta merilis “Treat Me Like a Queen”.

The Idiot Nasty Group (THING), unit noise/punk rock asal Jakarta merilis “Treat Me Like a Queen”. Foto : dok.THING

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Jakarta – Jalanan Jakarta jelang siang itu terasa lebih panas dan berdebu. Saya sedang menemukan diri saya, berjalan melintasi putaran gedung dewan rakyat yang tampaknya sedang ramai didatangi pemilihnya. Sekelompok massa menarik perhatian saya, sosok perempuan kuat dengan atribut punk terlihat lantang bersuara melalui TOA, seperti mewakili rekan-rekannya yang beraneka rupa. Sosok yang lantas menempatkan ingatan saya kepada The Idiot Nasty Group atau THING, unit noise/punk rock asal Jakarta saat memainkan “Treat Me Like a Queen”, suarakan suara untuk perempuan.

Semua tentang suara-suara inklusi yang perlu didengarkan. Tentang bagaimana minoritas, ketidak beresan dan harapan kesetaraan bisa terpapar dan menekan kesadaran, sebelum membuat keputusan. Agar tak konyol dan merugikan lebih dalam.

Single “Treat Me Like a Queen” adalah satu dari 5 lagu lain yang akan menjadi satu kesatuan EP (Extendend Play) THING yang akan dirilis juga di tahun ini. Saya sepakat dengan cara musik mereka yang bertempo cepat. Musik dinamis yang dibarengi riff-riff gitar nan menderu. Sepertinya itu sudah menjadi karakteristik THING. Gaya musik yang terinspirasi dari 80’s Punk hingga nowadays Punk seperti Bikini Kill, The Muffs, hingga The Interrupters.

 

Simak di HujanMusik! : “In A Mess, Mini Album Sugarkane yang Menjebak”

 

Untuk kolektif musik asal Jakarta yang terbentuk akhir 2018 itu, menelurkan single “Treat Me Like a Queen” sebagai karya perdana merupakan buah kesabaran setelah proses panjang dan berbagai persiapan. Kini “Treat Me Like a Queen” telah rilis di berbagai platform musik digital.

Menariknya, meski dinyanyikan oleh perempuan bernama Charissa (vokal), pada tahap penulisan lagu justru proses penulisan lirik, kata-kata didalamnya ditulis oleh para laki-laki yang dominan ada di dalam band ini. Yaitu Haggai (bass), Lukas (gitar), dan Evan (drum).

“Sesuai judulnya, lagu ini berisi tentang bagaimana kami (sebagai band) ingin memberi penekanan tentang berbagai cara memperlakukan wanita sebaik mungkin, disaat objectified terhadap perempuan masih terjadi diluar sana dan superiority kaum adam. Hal itulah yang membuat satu kesatuan lagu dan kemudian diteriakan dengan lantang oleh vokalis perempuan kami, Caca,” tulis pihak band sebagaimana rilis mereka yang dikirim untuk HujanMusik!.

Kini lagu ini sudah tayang di berbagai platform musik seperti Spotify, Deezer, Apple Music dan lainnya.

 

(Visited 117 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *