Suar telah Kembali lewat “Terjadilah”

Suar dan Yoga Patria

 

Artikel : Jenito

 

[HujanMusik!], Jakarta – Bagi generasi 90-an, skena indie nusantara saat itu tak bisa lepas dari Pure Saturday dan Suar Nasution, Sang frontman. Unit indie-pop itu mengharu-biru jiwa-jiwa muda dengan “Kosong” “Desire” dan ‘Cokelat’. Semua terjadi di tahun 1996. Suar-lah yang sebagian menuliskan lagu-lagu itu.

Di masa itu lagu-lagu Pure Saturday adalah hal baru di tengah tren industri musik pop tanah air. Lima sekawan dari Bandung tersebut memberi warna lain diantara musik-musik keras pegiat indie-underground yang juga tengah digemari. Suar dan kawan-kawan malah menyanyikan musik kalem ala The Cure, Ride, My Bloody Valentine dan sejenisnya.

Sayangnya Suar pamit pada dunia musik di tahun 2004. Sementara keempat kolega lainnya tetap lanjut dengan vokalis baru. Pure Saturday baru dengan rasa yang baru.

Enam belas tahun kemudian Suar kembali. Tidak bersama Pure Saturday tapi membentuk band baru bernama SUAR. Ia menggamit Yoga Patria untuk menyempurnakan formasinya. Mereka merilis lagu perdananya pada medio Juni 2020 yang lalu.

 

Simak di HujanMusik! :  “Mantra Singlar yang Termaktub dalam Kitab “11.22””

 

Rilisan perdana SUAR adalah single berjudul “Terjadilah”. Gitar akustik menjadi warna utama dalam aransemen lagu ini, khas gaya Suar saat mengomandoi Pure Saturday. Yoga mengisi elemen instrumental yang lebih modern di sana-sini. Hasilnya adalah lagu berirama mid-tempo yang padat dengan progresi indie-pop. Atmosfer 90-an berpadu cantik dengan bebunyian masa kini.

Urusan lirik, Suar yang pegang. Narasi “Terjadilah” menceritakan tentang seseorang dengan kenangan kisah indah di masa lalu yang tak terlupakan. Suar telah menulis lagu ini pada Oktober 2018. Dua tahun setelahnya mereka merekamnya di Tattya Studio Bandung.

Suar mengaku bahwa lagu ini adalah karya pembuka dari lagu-lagu lain yang akan diriliş demi semakin meramaikan khasanah industri musik dalam negeri. Ia pun berharap publik terobati oleh rasa rindu pada karya-karyanya.

Selain kembali bermusik, Suar juga tengah menjalankan usaha produksi gitar akustik dengan brand Genta. Industri Genta berdiri sejak 1959. Produksinya adalah gitar dan ukulele yang pangsa pasar terbesarnya adalah luar negeri

Sedangkan Yoga bergelut sebagai produser musik dan pemilik Tattya Studio. ia mengawali karir musiknya sebagai anggota Peanuts band di tahun 1997. Karirnya makin cemerlang ketika bergabung dengan band pop Nineball pada dekade 2000-an.

Kini lewat rilisan “Terjadiah” di berbagai kanal musik media maya, Suar dan Yoga tengah berpacu dengan zaman. Mereka berevolusi dengan gaya bermusik baru tanpa meninggalkan kecintaan pada atmosfer musik lama.

(Visited 54 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *