“Sudah Biasa” Pergulatan dalam Riani Sovana

Riani Sovana, penyanyi dan pencipta lagu asal Jakarta

Penyanyi Riani Sovana kembali merilis single baru, "Sudah Biasa". Foto : Onne Amin

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Jakarta – Patang yang meradang itu telah lelap. Menyingkir dan menyandarkan lelahnya pada waktu-waktu nyaman, meniadakan kemarahan tanpa sebab demi menghormati pergantian hari. Seperti pergulatan kesedihan seorang Riani Sovana, merilis single “Sudah Biasa” setelah sebelumnya “Aku Tak Setia” yang berkolaborasi dengan penyanyi legendaris Atiek CB.

Riani Sovana adalah penyanyi dan pencipta lagu dari Jakarta yang menempatkan pengalaman pribadi sebagai inspirasi lagu-lagunya. Seperti halnya “Sudah Biasa” yang menjadi perenungan dan tema pilihan, tentang depresi dan percobaan bunuh diri. Hal yang ia alami dan rasakan sendiri lebih dari 10 tahun yang lalu. Ya…Riani Sovana adalah seorang penyintas self harm dan percobaan bunuh diri.

“Sudah Biasa” ia luncurkan sebagai penguat kepada orang-orang yang pernah merasakan kondisi serupa dengan dirinya waktu dulu.

Single ini bertutur lugas tentang kondisi seseorang saat berada di titik terendah dalam hidupnya. Sekuat tenaga terus berupaya agar dapat bertahan, ia berusaha menguatkan diri dengan mengafirmasi bahwa semua prahara yang menimpanya itu sudah biasa.

“It is the saddest song I’ve ever written,” ungkap Riani melalui rilis yang diterima HujanMusik!.

Tema ini diangkat setelah Riani melihat banyaknya kasus depresi dan percobaan bunuh diri, bahkan di lingkungan sekitar, yang sulit mendapatkan pertolongan. Perenungan yang tak mudah, bahkan dalam proses pengerjaan rekaman ini, Riani meminta ekstra waktu kepada produser musik-nya untuk mempersiapkan kondisi mental terlebih dahulu.

 

Simak di HujanMusik! : “Keberagaman dalam Maksud The Fox and The Thieves”

 

Meski membawakan tema yang cukup gelap dan dalam, secara musik “Sudah Biasa” digulirkan dengan sisi pop romantic. Riani lebih nyaman menyebutkanya dark-pop romantic.

Terlahir dengan nama Hartina Indriani Sovana di Surabaya, talenta musik Riani Sovana muncul pertama pada 2004 silam. Tepatnya saat album perdananya bertitel “Benang Merah” yang disebut-sebut sebagai nominator penyanyi alternative terbaik AMI Award 2005. Album itu dirilis di bawah naungan label Ceepee dan dikoordinasi oleh Tantowi Yahya. Di album perdananya itu Riani dibantu oleh beberapa musisi seperti Deny Chasmala, Gery Herb (ALV Band), Bintang Indriarto, Joppie Blastika dan Rita Silalahi.

Riani lalu berduet dengan Sujiwo Tejo untuk album sang dalang tersebut, juga terlibat dalam penciptaan lagu “Apa Adanya” yang dibawakan penyanyi Tere. Suaranya kembali terdengar dalam vokal seriosa pada agu “Patah Hati” milik Ari Lasso. Ia juga menyanyi dan menciptakan soundtrack FTV horor “Djail” dan original soundtrack film layar lebar “Demona” karya Rizal Mantovani. Sempat bekerja sebagai jurnalis dari tahun 2006 s/d 2015. Lalu 2018 menjadi tahun kembalinya Riani Sovana aktif di dunia musik, dengan merilis album kedua Antagonis.

Single “Sudah Biasa” juga menjadi kolaborasi non klinis Riani Sovana dengan psikolog klinis Tara De Thouars. Tara memberikan dukungan dengan tampil dalam video klip “Sudah Biasa”. Selain itu Riani Sovana juga bersinergi dengan komunitas Into The Light untuk mengangkat awareness tentang depresi dan pencegahan bunuh diri sebagai isu yang mendesak untuk diperhatikan.

“Sudah Biasa” telah rilis sejak Jumat, 28 Februari 2020 di seluruh platform digital. Melibatkan nama-nama Popo Fauza (arranger), Aditya Harrison (drum), Diaz Ary Saputra (bass) dan Willy Subakti (mixing dan mastering). Foto sampul merupakan karya fotografer Onne Amin. Sedangkan video klip digarap oleh duo sutradara Agus Riady Saputra dan Fanfani dengan editor Ahmad Zaka.

 

(Visited 117 times, 1 visits today)

1 thought on ““Sudah Biasa” Pergulatan dalam Riani Sovana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *