Refleksi Kesempurnaan Diri IATY

IATY, band rock asal Bandung

IATY, rock asal Bandung merilis single "Desire". Foto : Ferdi K

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Bandung – Laki-laki itu terpekur menatap hari-hari kosong dihadapannya. Mimpinya kandas setelah sumberdaya miliknya lenyap, teronggok pada noktah-noktah keinginan yang kini tak bermakna. Seperti sosok yang kini tak lagi membantah bahwa keinginan itu berjarak jauh dengan kebutuhan. Seperti penggalan lirik lagu Iwan Fals yang menjadi inspirasi dan refleksi kesempurnaan diri IATY mencipta “Desire”. Single barunya tahun 2020 ini.

Lelaki kumal itu saya ketahui dari cerita lalu lalang orang-orang disekitarnya, kisah pemenang lotre yang membelanjakan apa saja. Tanpa sadar yang dibelinya berwujud benda-benda tak bermakna. “Keinginan adalah sumber utama penderitaan” begitulah penggalan lirik lagu “Seperti Matahari” karya dari sang legenda, Iwan Fals. Lagu berdaya pikat tinggi tersebut menjadi pemicu bagi Galih (vokal), Bacot Abdalla (gitar), Toga (gitar), dan Abdvr Robbi (drum) membenamkan karyanya bersama IATY, mencipta single dan meluncurkan “Desire”.

Band asal Bandung yang telah memulai langkah panggung musiknya sejak tahun 2014 itu seperti meneruskan partitur semangat yang ditorehkan sang legenda. Bukan soal warna musiknya, melainkan pilihan pesan dalam menggulirkan lagu-lagunya. Jalan pemurnian musik mereka yang diniatkan menjadi medium penyampai pesan.

 

Simak di HujanMusik! : “Pohon Experimental Perdana Ash-Shur”

 

Pilihan nama unik IATY seperti mewakili narasi misterius pengusung rock Bandung itu. Menyandang nama hasil pilihan simetris huruf dalam sudut pandang dunia desain, dari semula bernama penuh IATYWHOXVU. Lalu, karena alasan kepanjangan mereka meringkasnya menjadi IATY. Sebagaimana nama yang mereka paparkan di panggung-panggung musik.

Mereka pun melaju menebas keraguan. “Desire” tercipta melalui talenta-talenta kreatif penuh canda para punggawanya. Tak hanya unik dari sisi nama, proses pembuatan single Desire juga terbilang cukup unik. Entah inspirasi dari mana IATY melakukannya, bayangkan saja, saat proses rekaman, desire memiliki tempo 120 BPM (beat per minute), namun pada proses mixing keempat personilnya sepakat untuk menggunakan tempo 160 BPM. Tambahan detak sebanyak 40 BPM yang menunjutkan logika sehat mereka.

Single Desire karya IATY kini sudah dapat didengar di Spotify, iTunes, Deezer, dan Digital Streaming Platform lainnya. Resmi dirilis pada 10 April 2020 silam, single ini diharapkan bisa menjadi pengingat lekat, agar tak mengabaikan konsep dasar mana keinginan dan mana kebutuhan. Tentunya jika tak ingin menderita pada akhir cerita.

Selamat IATY.

(Visited 13 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *