Ray Viera Laxmana dan EP Perdananya

Ray Viera Laxmana, solois asal Bandung merilis EP perdana

Ray Viera Laxmana, solois asal Bandung merilis EP perdana. Foto : dok.Ray Viera Laxmana

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Bandung  – Lingkar mata terlihat berjelaga dari biasanya. Menekan dan meraup residu kemalangan yang tak mungkin menghindar. Memipih dan menahan mata pejam karena ada rasa sakit fisik tak biasa. Sudahlah, barangkali takdirnya sedang harus begitu.

Untungnya bulan malam tak ikut bersungut, ia justru berpendar menghibur layaknya “Lunar Rhapsody”. Seolah tahu bahwa residu kemalangan bukan untuk di-runtuk, tapi tahapan baik untuk instropeksi diri.

Warna alternative yang kuat kearah indie pop itu terdengar konstan, menjabarkan lukisan musik yang tak salah untuk disimak hari itu.

“Lunar Rhapsody” adalah satu nomor dari mini album (Extended Play/EP) Ray Viera Laxmana, musisi solo asal Bandung. Kumpulan karya penting yang menegaskan kiprah talentanya dalam percaturan musik tanah air. Mini album yang ia rilis pada 20 Maret lalu secara digital.

Musiknya yang memadukan nuansa Metro Pop 80an semakin menjembatani alternative-indie-pop-nya semakin mendekat pada aura idolanya semacam Weezer, Arctic Monkeys, Inner Wave, dan lain sebagainya.

 

Simak di HujanMusik! : ““Siapakah”, Rilisan Perdana Indie Pop Jazz David Mendio

 

Ray Viera Laxmana, dalam usianya yang baru 22 tahun membaiat EP perdana yang bertajuk “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” sebagai narasi dinamika kehidupan anak muda pada umur 20an. EP ini berisikan 5 Track yang ditulis saat Ray mengalami masalah akut pada pola tidur selama 4 tahun. Yaitu “Hunky Dory”, “Cupid”, “Vine”, The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” dan terakhir “Lunar Rhapsody”, yang saya dengarkan diawal tadi.

Melewati tahapan produksi selama satu tahun , “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” merupakan pencapaian, setelah kolaborasi pertamanya dengan musisi pendatang baru Karina Nasywa dalam lagu yang berjudul “Cupid”. Satu kolaborator lainya yang ikut berkontribusi adalah Monsdim (Vocalist Dream Coterie) featuring dalam lagu “Hunky Dory”. Lagu yang juga menjadi single pembuka EP.

Satu lagu baru lainya, berjudul “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” yang dijadikan sebagai judul debut EP berisikan pengalaman personal Ray melawan masalah pola tidur yang menyebabkan “anxiety” dan perilaku “overthinking” dalam dirinya yang sempat menghambat untuk bersosialisasi dan berkembang.

“The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” juga merupakan catatan debut produser Jauza Muhamad, putra dari produser senior Noey Jeje yang juga bassist Java Jive.

Debut EP Ray Viera Laxmana “The Noir Scene and The White Sheep Before I Sleep” kini telah tersedia di semua layanan digital streaming platforms sejak tanggal 20 Maret 2020 lalu.

(Visited 132 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *