Prosesi “Makan Beton” dan Parade Rock n Roll Orkes Ayam

Orkes Ayam, unit rock n roll Sleman merilis single perdana "Makan Beton"

Orkes Ayam, unit rock n roll Sleman merilis single perdana "Makan Beton". Foto : Hajian.NH

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Sleman  – Pretensi suara dalam tekanan rendah terdengar bersahutan. Sound gitar bergelombang dalam tonase berat melipir seperti truk luar kota mencari parkir. Sebuah pretensi yang menyembul menyentuh kenyataan. Bertengger pada dahan komunal layaknya ayam jantan memanggil kawanan. Memandu orkes menebar waspada akan datangnya musang kapital dalam format jahat.

Begitulah Orkes Ayam, sebuah penamaan untuk kolektif musik asal Sleman-Yogyakarta yang mengaku diri mereka adalah pengusung Rock n Roll dalam takaran dosis sedang. Menyuarakan keresahan wilayah asal mereka yang riwayatnya sebagai daerah agraris, tumbuh dalam skema kota yang merajalela.

Dalam rilis yang mereka tuliskan untuk HujanMusik!, nama Orkes Ayam muncul sejak perjumpaan ide pada grup chat untuk berbagi video receh di Instagram. Perjumpaan virtual yang mereka bakukan dengan membentuk band pada Juni 2019 lalu.

 

Simak di HujanMusik! : “Narasi dan Tantangan Rock 70an Black Horses dalam Dua Karya

 

Nama Orkes Ayam sendiri muncul saat peristowa ngopi bersama, lantas membayangkan apabila Tuhan tidak menciptakan ayam. Pencarian filosofis yang membuka wacana proses bermusik mereka. Pada saat itu para personilnya seperti membebaskan setiap orang untuk bisa ikut bermain musik seperti orkes pada umumnya, sebelum akhirnya menjadi trio.

Adalah Abial (gitar/vokal), Liu (bass) dan Randa (drum). Trio muda yang merangkak jatidiri band bentukannya sesuai minat. Yaitu dengan menyatukan banyak elemen seperti rock n roll modern sampai heavy metal klasik. Contoh konkritnya bisa disimak pada single perdana mereka, “Makan Beton”.

Sebuah lagu sarat pesan dengan tujuan mulia meresonasi banyak telinga. Pesan suara nada yang justru mengenangkan saya pada masa-masa tingga dekat studio musik di Jalan Godean. Masa bercengkrama bersama pemain bass kolektif death metal Abstain, lantas bercengkrama soal psychedelic, Stoner dan desert Rock.

“Makan Beton” secara khusus dirilis Orkes Ayam pada 15 Maret 2020 sebagai single perdananya. Kemasan utuhnya sekilas tampak terdengar ngeri, namun lagu ini berisi tentang keresahan Orkes Ayam pada konstruksi pembangunan yang konstan menggusur lahan hijau. Dimana pohon-pohon yang tumbuh dipinggiran jalanan tidak dibiarkan tumbuh rindang karena dianggap dapat merusak kabel listrik dan akhirnya membuat udara sangat panas. Pun saat siang nan terik berhenti dilampu merah.

Pada lampu merah itulah ide ‘Makan Beton’ muncul dan menjadi lagu.

Kini, “Makan Beton” yang mereka tulis untuk semesta itu sudah tersedia diberbagai platform musik seperti spotify, deezer, apple music, youtube, dan lainnya.

Simak saja lagunya.

(Visited 142 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Prosesi “Makan Beton” dan Parade Rock n Roll Orkes Ayam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *