Meluncur dengan Resiko Meledak

Resiko Meledak, unit punk rock Jakarta yang menamai diri mereka 'universal punk', merilis single keduanya. Foto : dok.Resiko Meledak

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Jakarta – Gambar musisi itu terlihat kharismatik, membentang di dinding kamar sejak belasan tahun silam. Masa ketika masih menempuh pendidikan sekolah menengah pertama. Tak ada yang paham jika saya diam-diam mengagumi dan mendambakan kehidupan sepertinya. Sesuatu yang menjadi cita-cita, jauh dari bayangan keluarga yang dibesarkan oleh kepala keluarga dengan latar belakang seorang tentara.

Meski cita-cita tak berbalas itu sebatas banyangan mimpi dikala senja, saya tetap mensyukurinya. Menjadi paham bahwa jalur itu tak sekedar impian gaya hidup, melainkan sebuah proses pembentukan karakter untuk menghargai sesama.

Persis seperti kolektif punk Jakarta bernama Resiko Meledak yang memaknai proses bermusik mereka sebagai tautan pelampiasan karakter. Bersuara untuk idealisme dan semangat hidup, persis semacam “Orasi Pecundang” yang mereka rilis 27 Maret 2020 lalu.

Resiko Meledak, terdiri dari segumpalan 4 remaja yang terdiri dari Ryandira Gente (vokal), Evan Gojink (gitar/vokal), Satrio Meleng (bass/vokal), Ravi Morele (drum/vokall). Konon kabarnya merea memulai band-nya sejak terjadi perbincangan di suatu mini market di bilangan Cipete, dekat sebuah studio musik. Perbincangan yang bertujuan meramaikan skena musik di Indonesia dengan roda punk.

Simak di HujanMusik! : “Menolak Padam”, Narasi Perlawanan HLMN pada Keterbatasan”

Perbedaan referensi musik ada pada tiap personel dalam menghasilkan sebuah “sub-genre” punk yang baru, dengan gagahnya mereka menyebutnya “Universal Punk”.

Tak sekedar berbincang, mereka membulatkannya dalam bentuk sebuah single yang rilis perdana pada 30 September 2019, dengan tajuk “Mercenary Youth”.
Rilisan Resiko Meledak itu kemudian berhasil membawa mereka tampil di “PL Fair”, hajatan legendari dari SMA Pangudi Luhur, sekolah tempat para personel Resiko Meledak berkumpul.

Kini, dengan “Orasi Pecundang”, Resiko Meledak tengah berusaha membuka jalan musik mereka lebih luas.

“Orasi Pecundang” muncul sebagai pemahaman akibat maraknya demonstrasi yang berujung bentrokan dan kerusuhan di beberapa wilayah di Indonesia khususnya di Jakarta beberapa waktu lalu. Lagu itu merupakan cerita tentang sudut pandang masyarakat yang merasa bahwa demonstrasi-demonstrasi yang kala itu marak terjadi hanyalah sebatas “basa-basi” sebelum terjadinya kerusuhan pada suatu demonstrasi.

Pihak band pun menuliskan bahwa jajaran-jajaran otoriter dan parlemen egosentrisme sebagai pemicu terjadinya suatu gerakan yang tidak dinginkan. Namun, para oknum-oknum dibalik gerakan tersebutlah yang justru menjadi keresahan bagi masyarakat, sehingga muncul sudut pandang yang berbeda-beda.

Pendeknya “Orasi Pecundang” terdiri dari susunan kata dan musik remaja yang memiliki cara pandang kritis terhadap situasi disekelilingnya. Jauh dari narasi politisi dan aktivis beda jaman yang melihat remaja kekinian hanya pandai rebahan.

Selamat meluncur dengan Resiko Meledak.

(Visited 119 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *