“KBNYKN” : Single anyar DRT Tentang Kritik Sosial, Media Sosial, dan Orang Banyak Gaya

Penyanyi rap DRT rilis single anyar "KBNYKN". Foto : dok.DRT

 

Artikel : Rizza Hujan

 

[HujanMusik!], Jakarta – Masih segar dalam ingatan kala Iwa Kusuma merilis album musik yang waktu itu dianggap berani karena mengusung hip hop atau rap yang tidak begitu familiar. Tapi rupanya dengan album tersebut Iwa K berhasil memancing minat juga keberanian para penggemar black music untuk keluar dari guanya. Bahkan kemudian lahirlah album kompilasi “Pesta Rap” yang fenomenal di awal era 90an itu. Ini bisa disebut tonggak kebangkitan musik hip hop di Indonesia.

Hampir dua puluh tahun kemudian musisi yang sealiran dengan Iwa K kian ramai, salah satunya David Rafael Tandayu aka DRT. Setelah merilis single bersama DFMC dan Mariaty berjudul “Kuingin Kembali” sebagai tribut untuk Iwa K pada tahun 2018 dan sebelumnya album pertama “Produced By” pada 2017, rapper DRT kembali dengan album kedua berjudul “Transmisi” . Menurut rapper yang sehari-harinya bekerja sebagai dosen seni dan desain ini, transmisi yang dalam KBBI berarti pengiriman, meneruskan dan menyebarkan pesan dimaknainya sebagai pengingat.

“Awalnya pengingat buat gue sendiri, dari masa lalu dan yang gue cita-citakan. Dari masa lalu, yang rasanya sudah baik dipertahankan, yang sudah tidak sesuai umur berusaha gw ubah. Akhir 2016 umur gue berganti angka depannya, itu yang kemudian memicu soal transmisi di gue. Ke depannya gue mau lebih semangat kerja, apa pun itu, seni, desain, musik, komunitas. Awalnya malah album kedua mau dikasi judul KRJ, singkatan dari KeRJa.” papar DRT dalam rilisnya.

 

Simak di HujanMusik! : “Ratapan “Make Me Proud” dan Eksistensi Rapper Daerah di Ibukota”

 

Single pertama dari “Transmisi” adalah “KBNYKN” yang merupakan singkatan dari Kebanyakan. Menurut DRT, ide lirik single tersebut berawal dari dirinya yang setiap hari mengakses media sosial.

“Pas 2017 gue perhatiin di medsos kayaknya lagi rame nih, pada komen, beropini dan masih sampai sekarang. Nah kayaknya ada interaksi yang nggak se-sosial medianya, maksudnya nggak untuk kepentingan umum gitu. Gue jadi mikir, kebanyakan nih yang begini.” jelas DRT.

DRT menulis lirik single terbarunya ini saat dirinya sedang kuliah di Sekolah Pascasarjana IKJ yang mempertemukannya dengan Dyah Ratna Permatasari, teman seangkatannya yang kemudian dilibatkan dalam pembuatan video musik “KBNYKN”.

“Untuk syarat lulus, Bu Dyah membuat karya instalasi, namanya Taman Sesat. Gue merasa karya Bu Dyah sejalan dengan lirik yang gw tulis. Gue pun mengajak Bu Dyah berkolaborasi.” lanjutnya.

Dalam “Transmisi”, DRT tetap didukung oleh duet produser Tori Sudarsono dan Rifo Octavian Suryadharma yang juga terlibat di album pertama.

DRT sudah menyiapkan beberapa hal lagi untuk berkarya di tahun 2020 ini. Saat “KBNYKN” dirilis, single kedua tengah diracik. Sebagai catatan, album kedua DRT dirilis oleh label Guest Music pimpinan Tori Sudarsono yang juga terlibat sebagai produser di album pertama DRT bersama Rifo Octavian Suryadharma. Sejak era 90an, Guest Music konsisten memproduksi rekaman rap/hip hop dan R n B.
Sementara dari label yang merilis album pertama DRT yaitu Sirkus Records, saat ini telah berjalan komunitas kreatif, yaitu Sirkus Creative Community (SCC), sebagai ruang berkarya termasuk untuk DRT.

“Di SCC selain label musik ada juga kelompok pentas Belantara dan Djiwa, kita dari beragam bidang seni, jadi bisa banyak kolaborasi. Lewat seni, kita bisa ngebangun interaksi sosial.” kata lelaki yang sudah terjun ke dunia komunitas seni dan budaya sejak 2005.

Kabarnya, single “KBNYKN” telah dirilis di digital platform pada 24 Februari 2020 dan menyusul video musiknya pada 9 Maret 2020 di kanal YouTube DRT yaitu “Channel 62”.

Sejujurnya saya berharap ada diss keras dari DRT terkait dengan apa yang dia kritik dalam single KBNYKN. Tapi rupanya dia masih berbaik hati dan menutup lagu dengan sebuah pengakuan atau ketakutan kalau dirinya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang banyak gaya itu.

“Ni orang-orang pada kebanyakan gaya
Padahal sehari-harinya kurang gaya
Nggak usah cape bikin gua percaya
Jangan-jangan orang itu adalah saya”

(Visited 118 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *