Keberagaman dalam Maksud The Fox and The Thieves

The Fox and The Thieves, kolektif psychedelic asal Bandung

The Fox and The Thieves, kolektif psychedelic Bandung merilis album "Hyperdiversity". Foto : dok.The Fox and The Thieves

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Bandung – Pada kedalaman rasa yang menghujam, sebuah analogo pikiran seringkali terlalu larut dalam rasa kepedihan. Sisi batin cenderung mudah menerima derita yang merajalela. Seperti psychedelic yang memaparkan sisi gelap manusia, berkutat pada kejatuhan dengan segala akibatnya. Termasuk analogi dangkal saya. Melipat psychedelic dalam benak batin yang menohok.

Namun, rasa berbeda coba dipendarkan kolektif psychedelic asal kota Bandung bernama The Fox and The Thieves yang telah merilis album berjudul “Hyperdiversity”.

Sebuah album pencapaian AL (vocal dan bass), Bonky (gitar), Aldo (synth), Ibam (gitar) dan Kevin (drum) yang bertutur tentang keragaman didalamnya. Makna yang tampaknya cukup relevan dengan proses berkehidupan manusia dengan lingkungan sosialnya. Keberagaman pada album perdana The Fox and The Thieves diterapkan dengan memastikan setiap individu didalamnya leluasa ber-eksplorasi dalam bermusik. Sehingga disetiap lagu yang ditempatkan dalam album ini memiliki karakter yang melekat pada setiap personil yang terlibat.

Simak di HujanMusik! : “Rona Psychedelic Menghujam dari Ranu Pani Pada “Pitaloka””

Berbeda-beda tetapi tetap satu dalam sebuah karya. Sebuah proses keberagaman dalam makna lain yang dekat. Keberagaman yang menjadi elemen penting pada album “Hyperdiversity”.

Bermain musik bagi The Fox and The Thieves adalah tentang terus melaju, menjelajahi berbagai macam kemungkinan baru dalam bermusik. “Hyperdiversity” merupakan karya yang dihasilkan oleh frekuensi yang berbeda-beda, mencari kesatuan tanpa harus dipaksakan, mencari keindahan di keberagaman. Membuktikan bahwa perbedaan dapat disanjung dan menghasilkan sebuah karya besar hingga dapat disampaikan melalui musik.

Sebelumnya, unit Psychedelic yang lahir pada 2010 ini telah merilis ketiga single sekaligus dan mendapatkan respon positif dari pendengarnya. “Hyperdiversity” dirilis secara resmi pada tanggal 6 Maret 2020 melalui kanal musik streaming. Proses penggarapan album dilakukan di Red Musik Studio – Setiabudi, Bandung. Mulai dari proses rekaman/tracking, mixing, dan mastering terhitung sejak bulan Mei 2017 sampai dengan Mei 2019. Pada proses ini mereka didukung engineering Hadian, Indra Severus dan Adis.

“Manipulators March, Precious, dan Vertical Locomotive” adalah ketiga single yang sudah dirilis pada tanggal 20 Januari 2020 lalu. Menyimak ketiga single tersebut seperti melihat cerminan dari album “Hyperdiversity”. Dapat disimpulkan bahwa album “Hyperdiversity” adalah bentuk proses dalam berkarya yang tanpa disadari keberagamaan itu merupakan sesuatu hal dinamis dan menakjubkan.

(Visited 113 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *