Cerita Cinta Many West dalam Kemasan Indie Pop

Many West, Indie Pop Semarang rilis single “Feeling Comes Feeling Goes”

Many West, Indie Pop Semarang rilis single “Feeling Comes Feeling Goes”. Foto : dok.Many West

Many West, Indie Pop Semarang rilis single “Feeling Comes Feeling Goes”. Foto : dok.Many West

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Semarang – Gemericik hujan tengah hari terdengar nyaring, sesekali mengikut gelegar petir dari kejauhan. Suasana yang berkabut gelap seperti meminta waktu untuk rehat dari terik kebiasaan sewaktu-waktu. Saya sedang duduk menanti pesanan hidangan ringan sembari menunggu kolega disebuah gerai kopi multinasional. Sementara headset yang terpasang tengah memainkan “Feeling Comes Feeling Goes” milik Many West. Sebuah band independen asal Manyaran, Semarang, Jawa Tengah.

Menyaji kopi dengan musik yang mudah dinikmati, seperti pasangan yang enggan melepaskan pegangan tangan. “Feeling Comes Feeling Goes” memang mempunyai karakter musik yang mudah untuk dinikmati, easy listening untuk didengar. Sebuah single debut Many West yang memamerkan watak album mereka nantinya.

Many West adalah sebuah band Indie yang menyandarkan kekuatan musikalitas pada 4 anggotanya. Adalah Fazada Febrian yang biasa disebut Fazada Febrian (vokal/bass), Maulana Zaky (gitar/vokal), Firhan Andhika (keyboard), dan Irfan Abdi (Rhytm&Sequencer). Mereka bergerak diranah genre Indie Pop. Kemunculan Many West menarik minat pendengar musik Pop yang melimpah di Indonesia. Pilihan musik dengan berkiblat pada artis semacam LANY, HONNE, The 1975, LAUV, The Japanese House, dan M83, sepertinya mempengaruhi gaya bermusik mereka. Many West mengemas musik dengan sentuhan electronic, synth juga instrument organic lainnya. Hasilnya musik mereka cenderung mudah untuk dinikmati kalangan milenial.

Simak di HujanMusik! : Menyimak Delusi dalam Genggaman Indie Pop Semarang, Rubber Heat

“Feeling Comes Feeling Goes” Fazada Febrian, menceritakan tentang romantika cinta yang lahir dari sebuah persahabatan. Cinta yang tidak disangka, namun hadir karena seringnya bertemu dan kenyamanan dari itu. Sang sahabat selalu ada saat susah ataupun senang, mereka duduk bersama, berbagi cerita, saling menghibur ditengah sunyinya malam. Seiring berjalannya waktu persahabatan itu mulai terasa romantis dan tumbuhnya chemistry diantara mereka, namun mereka tidak ingin menyatakan perasaannya karena takut jika menyatakan cinta maka hubungan mereka berubah menjadi canggung. Kebingungan ini membuat persahabatan begitu rumit dengan perasaan yang datang dan pergi.

Untuk produksi musik, Irfan Abdi sebagai produser dan Firhan Andika sang keyboardist mencoba memadukan musik Many West dengan gaya “Somebody Else” dari The 1975 dan “ILYSB” dari LANY. Pilihannya dengan menonjolkan midnight vibes pada lagu ini. Dengan balutan synth-pad yang adem juga sentuhan drum sintetis ala 80-an.

Untuk proses mastering diserahkan kepada Erwin Hadinata, produser musik yang juga menangani Aurel Hermansyah, Alm. Dian Pramana Poetra, Hedi Yunus, Senja dan beberapa artis lainnya.

(Visited 115 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *