Semesta Karya Wahyu Saputro

Wahyu Saputro, solois Bogor yang merilis ulang single "Teman Semesta". Foto : dok.Wahyu Saputro

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Bogor – Pada sebuah bukit rindang, pandangan mata ini terasa lega membahana. Melintasi lembaran hijau yang berpencar diantara tiang-tiang menjulang. Saya sedang memandangi kota tempat dimana saya menghabiskan 15 tahun terakhir. Meniti dan memastikan bahwa saya menjadi satu bagian disana. Ujung rindu yang kemudian menjadi tempat pulang.

Lantas terkenang dengan beberapa lagu tentang kota hujan. Lagu yang mendorong saya bertahan dengan segala rayuannya, hingga dipertemukan kenyataan dan memilih peran. Lantas terarahkan pada “Lawang Salapan” yang dinyanyikan Wahyu Saputro. Satu lagu dari album “Metafora” miliknya yang rilis tahun 2019 silam. Sebuah ode tentang landmark baru kota yang sempat menjadi perdebatan.

Wahyu Saputro adalah satu dari sekian musisi muda Kota Bogor yang menunjukkan karyanya secara nyata. Terlahir sebagai talenta seni dengan kemauan yang kuat, Wahyu menapaki perjalanan musiknya dari panggung-panggung kecil, kafe ke kafe, hingga panggung besar. Segalanya diraihnya bersama kolektif band-nya yang dirintisnya kurang lebih 6 tahun.

Proses panjang yang kemudian membawanya pada satu pilihan, memilih meneruskan karir musiknya sebagai solois. Mengawali proyek album solonya secara mandiri sejak proses pengumpulan materi hingga produksi pada November 2018. Album debutnya berlandaskan pada tema-tema humanis dan juga lagu tentang pengorbanan perasaan. Wahyu Saputro menangani proses rekaman sendiri sampai mixing mastering. Semua ia kerjakan dengan komputer dan perangkat rekaman seadanya. Termasuk proses desain dan cetak album fisik ia menanganinya sendiri.

Kendala waktu pengerjaan yang harus berbagi dengan aktivitas lainnya, memaksa album “Metafora” selesai dalam kurun waktu 5 bulan sejak November 2018. Tepatnya bulan Maret 2019, telah rilis sebuah album fisik dari Wahyu Saputro yang bertajuk ‘Metafora’ berisikan 6 lagu. 6 lagu tersebut yaitu; “Lawang Salapan (Kota Hujan)”, “Epilog Senja”, “Sarjana”, “Akhirnya Ku Mengalah”, “Sahabat Kecil”, dan “Teman Semesta”. Tema dari lagu-lagu tersebut lebib mengarah ke humanis dan pengorbanan perasaan yang mendalam.

Memasuki tahun 2020, Wahyu Saputro merilis ulang single ‘Teman Semesta’ dengan komposisi musik yang lebih segar dan bersemangat. Sebuah lagu yang bercerita tentang persahabatan dengan alam.

“Teman Semesta” menjadi single andalan tahun 2020 yang ia populerkan. Penanda sebuah proses bermusik, sembari mempersiapkan pengerjaan album baru yang akan rilis pada akhir tahun 2020 ini.

Tetap berkarya Wahyu Saputro

(Visited 20 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *