Menyimak Delusi dalam Genggaman Indie Pop Semarang, Rubber Heat

Rubber Heat, indie pop Semarang merilis single "Delusion". Foto : dok.Rubber Heat

Rubber Heat, indie pop Semarang merilis single “Delusion”. Foto : dok.Rubber Heat

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Semarang  – Gelanggang berkeringat memajang kerumunan massa yang tampaknya tengah menikmati aktivitasnya. Sekelompok muda-mudi bergerak memunguti remah-ramah sisa anjangsana, dengan sesekali menyeka rupa yang nampak ceria. Seperti delusi, saya mencoba menyibak riak bayangan ketidak konsistenan, antara pemikiran, imajinasi dan emosi. Kemudian ditubrukkan dengan realitas yang ternyata cukup berbeda dengan pikiran kita.

Lantas diingatkanlah saya dengan kehadiran single anyar “Delusion” milik band asal Semarang bernama Rubber Heat. Band bentukan November 2015 yang pernah ramai dan intens mengakrabi panggung musik Semarang.

Single besutan Aunur Rafiq, Bima Satria, Gading Anggawijoyono, Hanung Aninditya dan Yusrizal Wahab itu bertutur soal fenomena social yang didera kebanyakan orang. Tentang kecemasan pendapat khalayak umum atas diri mereka sendiri. Banyak dari mereka sibuk memikirkan pikiran hipokrit yang ada disekitarnya. Sebuah fenomena delusi yang hanya membawa efek negative bagi mereka sendiri. Apalagi hal-hal nyata seringkali tak seburuk yang mereka bayangkan. Delusi kerap meyakini hal-hal yang tidak nyata atau tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Walau sudah terbukti bahwa apa yang diyakini penderita berbeda dengan kenyataan, mereka tetap berpegang teguh pada pemikirannya.

Dalam lagu yang ditulis vokalis Aunur Rafiq itu mencoba memnyampaikan bahwa apa yang ingin dilakukan ya lakukan saja. Jangan membuat posisi kita sendiri ada diantara keragu-raguan, karena akan membawa pribadimu dalam pribadi yang kurang memiliki citra.

“Delusion” direkam di BM Studio Semarang pada tahun 2018 dibawah tangan operator Harry BM. Untuk mixing dan mastering dikerjakan Anto 4WD di 4WD Studio Semarang, Januari 2020. “Delusion” menyimpan berkas kerja bareng Rubber Heat dengan dukungan Situmorang Tini padfa bagian backing vokal dan Harry BM untuk isian perkusi.

Single “Delusion” menjadi penanda kemunculan kembali Rubber Heat setelah EP “Deep EP” pada tahun 2017. Lalu single “Semu Terbiaskan” pada 2019. Materi yang menunjukkan eksistensi mereka di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jejak tur mereka pernah terekam pada 2016 di Jawa dan DIY bersama Sugar Bitter dan 2017 bareng Galsstrick.

(Visited 11 times, 1 visits today)

1 thought on “Menyimak Delusi dalam Genggaman Indie Pop Semarang, Rubber Heat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *