Menakluk Rebah Rinjani Reza

Rinjani Reza, penyanyi solo asal Bogor merilis single "Rebah". Foto : dok.Rinjani Reza

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Bogor – Jalin menjalin akar menekan batang sebuah pohon ditepian jalan Pajajaran, Bogor. Menukik dengan cara menjuntai, membeban pagar besi yang melingkupinya entah sejak kapan. Jalan ramai tak ada yang memperhatikan. Juntaian demi juntaian pun pada akhirnya menuju rebah. Kalah dengan beban dalam usia puluhan dan bisa jadi ratusan tahun.

Rebah, seperti judul single terbaru Rinjani Reza, seorang musisi asal Bogor yang telah aktif bermusik sejak awal 2000 silam. Single keduanya di tahun 2020 setelah awal tahun lalu melepas “Laju”.

Rebah dalam terminologi saya diatas mungkin berbeda dengan yang dimaksud Rinjani Reza. Dalam lagunya ia mencoba menarasikan musiknya sebagai kisah tentang lelahnya tubuh yang sering kali tidak kita ingat haknya. Bahkan untuk sekedar istirahat atau rebahan. Persoalan hidup kadang memaksa kita berlari kencang mengejar suatu hal tanpa memberi jeda untuk istirahat, dan tentang memperjuangkan orang yang kita sayangi untuk bisa terus berjalan bersama tanpa harus saling meninggalkan.

Begitulah menurut penuturannya. Lagu ini menjadi ode tersendiri bagi Rinjani Reza yang meretas asa menjadi penyanyi solo, setelah sebelumnya dikenal sebagai vokalis band Thrash Metal Reminde De’Forgotten. Ia juga sempat terlibat di beberapa band Hardcore seperti First Strike & DiexFast. Selepas bubarnya Remind De’Forgottenpada tahun 2009 ia akhirnya membentuk sebuah band nintendocore/digital hardcore Bibir Merah Berdarah bersama dua orang sahabatnya.

Bekal mini album pertamanya yang berjudul “Satu Sisi” yang release secara bebas unduh oleh Inmyroom record (Jakarta) pada 2012, menjadi titik tolak menekan dirinya untuk ber-solo karir. Setelah sebelumnya sempat membuat duo akustik bernama Jembatan Merah dan menghasilkan satu EP yang berjudul “Bogor Hari Lalu”.

Setelahnya Rinjani Reza terdengar meneruskan karyanya dengan merilis beberapa single kolaborasi seperti “Halimun” dan “Sundari” bersama Idham (The Kuda). Termasuk satu lagu “1950 (PSB Bogor Anthem)”.

Lagu “Rebah” direkam secara sederhana di studio kamar koleganya bernama Firdi, lalu untuk mixing dilakukan oleh Wahyu saputro.

“Rebah” telah rilis pada awal Maret 2020 lalu secara eksklusif di kanal YouTube Rinjani Reza.

(Visited 20 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *