OKTAF, pop alternative Kota Depok merilis video musik “Mentari”. Foto : dok.Oktaf

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Depok – Mentari menyisir pagi dari ufuk timur. Menggugah dan menunjuk dirinya layaknya pencerah hati yang sedang gundah. Warna permulaan hari-nya begitu meneduhkan dan meredamkan segala amarah. Berganti semangat dan harapan hari yang lebih baik.

Tak heran jika lantas ia menjadi sasaran puja-puji untuk mereka yang tengah menabur harapan, menyela rindu. Sama seperti halnya OKTAF yang memilih mentari sebagai sasaran tema single perdananya.

OKTAF, sebuah kolektif musik yang mengusung rona Pop Rock Alternati ve dari Kota Depok, Jawa Barat, memilih mentari tak semata singgungan lirik saja. Judul single yang berbalut musik apik itu nyata-nyata menunjukkan bagaimana mentari menjadi inspirasi karya mereka.

Seperti Namanya, OKTAF merupakan filosofi susunan tangga nada yang meninggi, semakin naik dan terus naik. Begitupun harapan para punggawa band yang berjalan sejak 2008 lalu itu. Selalu optimis dan tak pernah berhenti berusaha naik kearah level yang lebih tinggi.

Sejak awal terbentuk, Erik (vokal), Putra (bass), Ferdy (gitar) dan Imam (drum) telah terbiasa mencicipi panggung bergengsi ibukota, berkesempatan satu panggung dengan nama-nama besar lainnya.

Kini melalui “Mentari” OKTAF berusaha menjejakan karyanya kepada khalayak yang lebih luas dengan merilis debut Single-nya secara digital.

“Mentari” bercerita tentang pengalaman pribadi Erik dalam menemukan cinta. Menceritakan karakter seorang wanita yang rendah hati selayaknya sang Mentari yang tak pernah memilih untuk menyinari siapa pun.

Alkisah sebagaimana dituliskan dalam rilis pada HujanMusik!, proses pengerjaan single “Mentari” memandu Erik dan Ferdi pergi ke suatu tempat wisata di daerah Puncak Bogor, Jawa Barat. Disana keduanya mengalami momentum lekat saat menunggu terbitnya sang Mentari.

Single “Mentari” dirilis melalui radio radio Yogyakarta dan sekitarnya sejak November 2019 lalu. Menyusul kemudian dirilis Visualisasi Music Video “Mentari” pada tanggal 16 Februari 2020 di Channel YouTube Oktaf Official. Lagi-lagi Yogyakarta kembali menjadi lokasi produksi pembuatan Music Video ini, tepatnya di Tebing Breksi, Bantul dan Pantai Wedi Ombo, Gunung Kidul.

Video musik besutan sutradara Inco Hernandez ini mengambil konsep ‘Hypno c Love’ yang diambil dari cerita sesungguhnya. Berkisah bagaimana cinta mereka menjadi bisa membuat dunianya sendiri.

(Visited 6 times, 1 visits today)