Logamulia, thrash metal Jakarta yang hadir dengan single kedua. Foto : dok.Logamulia

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta – Makin keras, dua kata yang langsung lekat begitu mengetahui single kedua unit Logamulia bertajuk “Sang Penghasut” menggelinding membenahi ruang dengar amatir saya. Bulan tampak sabit yang tak juga menyembul terpaksa harus saya abaikan demi memastikan kembalinya energi Abdul Aziz ‘Comi’ Turhan Kariko (bass/Payung Teduh) dan Alejandro ‘Cito’ Saksakame (drum/Payung Teduh), berikut kawanannya : Achmad ‘Apit’ Hafizullah (vokal/Purgatory, ex- End OF Journey) dan Pratama Putra ‘Ayi’ Raharjo(gitar/Straightout, ex-Resistensi).

Masih segar pencapaian mereka saat terpilih sebagai nominasi di AMI Awards untuk Produksi Metal/Hardcore terbaik dengan mengirimkan single pertama “Musuh Publik”. Mereka terus bergerak dengan single kedua yang mematahkan dan menanduk kemapanan telinga yang kadung memberi label musik ‘baik-baik’ untuk figur seorang Comi dan Cito. Kolaborasi setara musik mereka menjadi terjemahan bahwa darah metal bersatu tak bisa dihentikan.

Tak ada kepentingan yang didahulukan selain berharap lagu mereka dapat diterima oleh komunitas metal maupun penikmat musik lainnya. Logamulia beserta para pengusungnya nyata-nyata menyajikan sisi lain kelebihan mereka. Berani muncul beda dan tak ragu menggelinding menyibak arus.

Lagu “Sang Penghasut” berceritakan tentang seseorang yang masuk ke dalam sebuah kelompok lalu mengadu domba para anggota-anggotanya sembari menarik keuntungan dari proses tersebut. Sang Penghasut menggunakan tipu muslihat serta bisikan-bisikan untuk mencapai tujuannya yang ternyata dia sendiri kemudian merasa bersalah atas perbuatannya. Dia menjalani sisa hidupnya dengan penyesalan sambil menunggu penghakiman massa atas dosa-dosanya.

Single ke dua Logamulia ini menjadi bagian dari rencana terbitnya album perdana mereka yang ditargetkan akan rilis tahun 2020.

Logamulia muncul kepermukaan pada Februari tahun 2019 lalu. Buah kesadaran Comi memilih meneruskan jejak di genre metal setelah 10 tahun berkiprah di genre musik folk dengan rekan-rekannya di band Payung Teduh. Lantas bertemulah Comi dengan Apit, vokalis Purgatory yang dikenalkan oleh Derry, road manager untuk Payung Teduh.

Kosmik lain juga mendekatkan Logamulia dengan Ayi, gitaris metal yang berjodoh mengisi divisi gitar dalam kolektif ini. Setelah mendapatkan gitaris dan vokalis, Comi kemudian mengajak Cito, drummernya di Payung Teduh yang memiliki latar belakang musik kencang rock progressive bersama Mirror untuk melengkapi formasi Logamulia.

“Sang Penghasut” kini telah rilis diberbagai platform mudik digital. Musiknya masih tetap konsisten melampirkan Groove/Thrash Metal sebagai balutan utama. Musik perpaduan Ryan Martinie (Mudvayne) dan Les Claypool (Primus) yang bersenyawa dengan progressive rock. Lantas bermetamorfosa dengan metalcore yang kental dengan pengaruh Thrash dan Heavy Metal.

(Visited 18 times, 1 visits today)