Redwine, unit fusion asal Surabaya. Foto : dok.redwine

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Surabaya – Sejenak terlempar pada kisah-kisah masa silam. Merajam pada hal-hal yang pernah diluar kendali. Masa ketika perjumpaan tak bisa diwakilkan oleh teknologi dengan segala kemudahannya. Pernah merasakan militansi menembuh kerumunan demi menemui kolektif musik idola. Menyapa dari barisan penontong lancang yang sering kena dorongan petugas keamanan. Paradigma tontonan yang seringkali tak sesuai dengan ekspektasi, seperti judul lagu dan sempalan lirik milik kolektif fusion Surabaya, Redwine.

“Paradigma” saya pilih karena alasan seringnya kekecewaan singgah setelah ekspektasi menggumpal. Titik jatuhnya yang tak menyenangkan, nyaris menyentuh trauma. Meski berbeda arah, saya melihatnya ada sedikit titik temu dengan lagu rilisan 2018 itu.

Single yang ada pada album pertama mereka bertajuk “Analogi” itu memang menawan. Pada beberapa pertunjukan dikotanya, “Paradigma” nyaris tak pernah absen dibawakan. Single kuat diantara 9 track album yang menceritakan tentang sebuah fase remaja yang akan beranjak dewasa yang dihadapkan pada masalah-masalah klise remaja seperti jatuh cinta pada pandangan pertama hingga perasaan yang tak pernah dianggap serta proses mengikhlaskan sesuatu yang bukan menjadi milik kita.

Redwine mengawali kisah bermusiknya sejak 12 November 2015 di Surabaya. Adalah sosok Abdillah (vokal) dan Johannes (gitar) yang melakukan inisiasi awal dan saling mengutarakan keinginan untuk membentuk sebuah band. Beberapa waktu kemudian bergabunglah Riki (gitar), Yordan (drum) dan Yosan (bass).

Tak puas dengan formasi berlima, Redwine mengajak Peatric mengisi posisi keyboard dan Abriandy di divisi trumpet. Formasi elegan yang mampu memunculkan sound-sound mewah pada karya mereka.

Sebelum “Analogi” yang rilis menjelang akhir tahun 2018, Redwine telah menorehkan satu jejak dengan rekaman demo berjudul “Titik Nol”. Lagu yang rilis tahun 2016 itu menjadi penanda keseriusan mereka menghujamkan musiknya di ranah musik independen.

Jejak “Analogi” lainnya seperti “U”, “Kau”, “Illustrasi”, “Sisi Lain”, “Malam Menanti Minggu”, “Titik Nol”, “Lentera”, dan “Jiwa Baik” bisa disimak di Spotify, Joox, Deezer dan Youtube.

(Visited 16 times, 1 visits today)