Adhitia Sofyan, penyanyi cum penulis lagu merilis single baru. Foto : dok.Adhitia Sofyan

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta – Terang diujung ufuk membangunkan saya dari tidur malam yang terlambat. Kebiasaan bangun pagi selambat apapun waktu tidur menjadikan jam biologis tubuh saya seperti tak akur. Tak yakin betul apakah ini tanda-tanda bahwa saya sedang didera kecemasan dengan banyak pikiran. Entahlah, agak ragu juga untuk memastikan kebiasaan bangun pagi sebagai sebuah kejanggalan. Tidur larut barangkali termasuk masalah. Tautan pikiran dengan beragam kesulitan hidup pun tampaknya jamak dialami banyak orang.

Seperti pesan-pesan bijak atas nama quotes, bahwa selalu ada makna dibalik kesulitan hidup. Perlu melihat sisi baik dari pada sisi buruknya. Sama halnya saat musikus Adhitia Sofyan memaparkan temuan kehidupan dalam lirik lagu-lagunya.

Kesulitan hidup atau kesedihan sudah pasti ada dalam berbagai bentuk dalam kehidupan. Dalam keseharian ketika ini terjadi, ada perjumpaan dalam bentuk emosi, namun ada juga yang memilih untuk tetap positif. Kita pun bisa memilih untuk biasa saja atau bahkan memilih menjadi lelah, sehingga berdampak pada aura yang negatif.

Demikianlah yang coba digambarkan Adhitia Sofyan melalui lagu barunya berjudul “Lets All Pretend To Be Happy”. Sebuah single yang menggambarkan bagaimana bahagia itu pencapaiannya kitalah yang memilih.

“Let’s all pretend to be happy, put on a smile for the show, hide all your troubles under the rug, let’s all pretend to be fine”, begitulah sepenggal lirik yang terdapat dalam lagu terbaru Adhitia Sofyan.

Memilih untuk lelah, marah, atau negatif tidak selamanya mempunyai reputasi yang jelek pada masyarakat, karena ini juga bagian dari emosi manusia. Namun terkadang orang-orang terlalu gila mengejar kebahagian dan lupa untuk belajar menerima kesedihan.

“Lagu “Let’s All Pretend To Be Happy” walaupun dari permukaan terkesan lagu negatif, dibalik itu lagu ini mengajak kita untuk bisa menerima kesedihan. Silakan kalau mau lelah. Silakan kalau mau marah. Kita hanya manusia”, tutur Adhit dalam keterangan tertulisnya yang ditujukan pada HujanMusik!.

Tidak seperti seperti karya-karyanya dalam “Adelaide Sky”, “Memilihmu”, “Blue Sky Collapse”, “Sesuatu Di Jogja” atau EP terbarunya “Other Side” yang identik dengan dentingan senar. “Let’s All Pretend To Be Happy” justru meminimalisir itu, hampir sama sekali tidak mendengarkan suara dentingan senar gitar, melainkan suara synthesizer yang membuat lagu ini menjadi lebih hidup, ditambah suara ambience yang menjadi pelengkapnya.

“Let’s All Pretend To Be Happy” diproduksi dengan memaksimalkan talenta Adhitia Sofyan yang mengawali karirnya sejak tahun 1999 itu. Direkam di Studio Taman Jakarta dan studio kamarnya, “Let’s All Pretend To Be Happy” di-mixing dan mastering oleh Rhesa Aditya.

Kini lagu dengan tampilan artwork oleh Dewiyanti Yusup itu sudah bisa didengarkan diberbagai platform musik digital sejak 20 Februari 2020 lalu.

(Visited 14 times, 1 visits today)