Lompatan Derita Cinta Dendi Nata dalam “Misery”

Dendi Nata, solois asal Semarang merilis single anyar "Misery". Foto : dok.Dendi Nata

Dendi Nata, solois asal Semarang merilis single anyar “Misery”. Foto : dok.Dendi Nata

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Semarang – Selarik garis langit tengah membius pandangan manakala raga meminta rehat. Menelisik dari luar jendela dan menggoda untuk diamati dengan seksama. Sekelebat hening seperti membekap, sesaat mengantarkan benak menikmasti sajian “Misery” yang tengah dihembuskan musisi solo bernama Dendi Nata.

Bilur rock n’ roll yang mengiringinya nomor single milik solois asal Semarang itu seperti mngajak menengok kembali bagaimana The Beatles, Pink Floyd hingga Sean Ono diterima penikmat musik. Bilur yang kemudian tumbuh dan menempatkan “Misery” terasa lebih rock disbanding single-single sebelumnya yang terdengar lebih pop.

“Misery” eksplorasi single ter-anyar yang baru dirilis Dendi Nata sejak 31 Januari 2020, setelah sebelumnya melepas “Let It Out” dan “Berganti”. Menyusul kesuksesan “Berganti” yang cukup diminati pendengarnya, Dendi ingin mempertahankan gaya bermusiknya tanpa terlalu memikirkan selera pasar.
“Misery” adalah cara baru Dendi bertutur dan mengungkapkan sekelumit kisah tentang petualangan cinta. Ya…kisah petualangan cintanya sendiri menjadi inspirasi utama.

“Aku dapat inspirasi nulis lagu ini dari seorang wanita yang aku kenal. Menurutku dia sosok yang keren, tapi dia sangat carefree dan tidak ingin menjalani hubungan serius dengan pria manapun,” ungkap Dendi.

Momen perbincangan dan dengan sosok wanita itu memunculkan frasa ‘I’m a walking misery just walk and pass it through i like to be what I want to be’ yang ia tulis dalam bait lagu “Misery”. Sifat bebas dan tidak ingin terkungkung oleh ikatan cinta inilah yang membuat Dendi sungguh penasaran sekaligus heran dengan sosok wanita tersebut.

Dendi mengungkapkan rasa khawatir dan prihatin melihat wanita tersebut mengumbar nafsu dan cinta sesaat tanpa memikirkan konsekuensi lebih jauh.
“Menurutku nafsu itu sementara, sedangkan real love bertahan lama. That’s why aku membuat lagu ini agar wanita lain di luar sana lebih mencintai diri mereka,” lanjutnya, seperti yang ditulis untuk HujanMusik!.

Bersamaan dengan perilisan single secara digital, sebuah video klip dibuat khusus untuk menemani “Misery” bertpetualang secara visual. Video tersebut dirilis di Youtube sang musisi pada tanggal 2 Februari 2020. Proses syuting dilakukan di Semarang dengan skrip yang dibuat oleh Kanina, musisi asal kota yang sama dengan Dendi. Video dengan sosok dua wanita yang ada di video digambarkan sebagai smbol real love dan lust yang jadi pesan tersirat di “Misery”.

Sebagai musisi yang memiliki gambaran layaknya sang idola Mus Mujiona, setelah proyek single ini dilepas ke pasaran, ia bersiap untuk berkutat merilis album di tahun 2020. Harapan untuk segera menimang album dengan musik yang serius tapi ringan dan jujur bisa terealisasi di tahun ini. Paling tidak jejak tiga single yang sudah meluncur bisa menjadi tanda seserius apa Dendi menyiapkannya.

Simak saja karya-karyanya.

(Visited 10 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *