The Moses Purpose, post hardcore/metalcore Malang merilis mini album terakhir. Foto : dok,The Moses Purpose

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Malang  – Sebuah kabar dari ujung timur pulau Jawa berhembus pelan, memaksa masuk pada saat sedang fokus-fokusnya merekam ingatan. Ingatan pada satu masa ketika memilih menghabiskan waktu dengan senda gurau di pojokan kantin kampus yang lebih akrab dibandingkan ruang kelas. Memilih meringkuk pada akses keluar masuk mahasiswa-mahasiswi demi eksistensi tertentu. Tak jarang diantara kami muncul kolektif musik dalam berbagai genre.

Hal yang sama dengan yang saya bayangkan ketika menemukan nama The Moses Purpose, band aliran keras asal kota Malang yang muncul dari rahim pergaulan kampus. Mereka mengibarkan bendera post hardcore/metalcore sebagai salah satu kolektif dari unit aktivitas band Universitas Brawijaya.

Stempel Jawa Timur kian menegaskan anggapan bawah wilayah ini Jawa Timur tidak pernah absen dalam menghadirkan band-band beraliran “keras” di kancah permusikan nasional.

Modalnya tak main-main, setelah merilis album pertama bertajuk “Selftitled” secara digital pada Maret 2018. The Moses Purpose yang digawangi Rizqtsany (vokal scream), Zulfiqar Bhisma (lead gitar), Rian Fareza (vokal clean, rhytm guitar), Nival Wijayanto (bass), dan Asfa Firosa (drum), menambah amunisinya dengan merilis sebuah project Mini Album/EP yang bertajuk “Selftitled/Re-Contemplation”. Materi ini mereka rilis pada hari Minggu, 12 Januari 2020.

Dalam mini album tersebut terdapat 4 track yang mereka pilih sebagai daur ulang dari album pertamanya “Selftitled”, yaitu “Black Mist”, “Silence & Honesty”, “Salvation of Grace”, dan “Something Wrong”. Terdapat beberapa perubahan dilakukan, baik secara instrument sampai dengan sound. Mereka bekerjasama dengan Surya Nur Ardiansah (Synple Project Studio) untuk proses mixing dan mastering.

Mini album tersebut mereka sebarkan dalam dalam format digital release di channel Soundcloud dan Youtube, sekaligus karya terakhir yang mereka lepas sebelum akhirnya memutuskan untuk beristirahat sebagai band. Sebuah album dedikasi dan kontribusi terhadap musik metalcore di Kota Malang.

Ya…The Moses Purpose berencana menyudahi pertunjukan karyanya sebagai band setelah merilis single Pertama, “Something Wrong” tahun 2014. Tahun dimana mereka terbentuk. Kemudian berlanjut single kedua, “Louder Harder” yang masuk dalam Album Kompilasi Volume II “Reinkarnasi” dari Unit Aktivitas Band (Homeband) Universitas Brawijaya pada tahun 2017. Proyek ini mereka rekam sendiri, sedangkan untuk proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Rama Studio Project, Malang. Setelahnya barulah album pertama “Selftitled” pada Maret, 2018.

(Visited 23 times, 1 visits today)