Serian, pop balada Jakarta merilis single keempat “Curhatan Fajar”. Foto : Best Beat Music Management

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta  – Kelana sedang bergembira, membahana bersama nada-nada yang sedang saya nikmati. Menembus dini hari yang sepi, waktu-waktu dimana manusia normal memilih singgah dalam lelap istirahatnya. Sementara untuk sebagian orang, dini hari menjadi waktu yang tepat untuk refleksi, berkeluh kesah ataupun berdoa. Pun saat saya menyimak “Curhatan Fajar” yang disampaikan Serian band dalam single barunya.

Lagu simpel yang cenderung mudah dicerna oleh telinga melankolis semacam saya. Bisa jadi proses mereka bercerita berada dalam rentang waktu yang sama. Menemukan inspirasi mencipta yang bisa datang dari mana dan kapan saja.

Begitulah, kolektif pop Serian yang digawangi Ustman Firmansyah a.k.a Kumz (vokal), Denny Yunizar (gitar), dan Anton Widiastanto (drum) ini kembali merilis single terbaru yang diambilnya dari pengalaman pribadi seorang sahabat menjelang dini hari.

“Curhatan Fajar” berkisah pada hal yang sederhana dan mudah terjadi pada siapa saja. Menceritakan tentang seseorang yang mencintai tapi tidak terbalaskan cintanya, hingga akhirnya hanya bisa pasrah dengan apa yang dikehendak oleh Sang Pencipta.

Tema lirik yang mengingatkan saya pada rilisan mereka sebelumnya, yaitu “Masih Ada Lady” yang rilis tahun 2019. ”Curhatan Fajar” masih setia menggunakan lirik pembangkit semangat seseorang yang patah hati melalui cara yang berbeda.

“Lagu ini memang terinspirasi dari curhatan teman aku yang namanya Fajar, pas kebetulan momennya jelang subuh. Sambil nunggu matahari terbit akhirnya kefikiran untuk buat judul “Curhatan Fajar” aja. Kenapa nggak kan?,” beber Kumz, penulis lagu.

Benar saja, saat saya menyimak lirik “Curhatan Fajar”, cukup mudah menangkap pesan-pesannya yang dalam, bahwa apapun yang kita kehendaki belum tentu dikabulkan oleh yang Kuasa.

Pesan baik yang disampaikan Serian yang tentu saja makin menumbuhkan kekentalan lantunan pop ballad yang syahdu. Membuat lagu “Curhatan Fajar” mengalir indah dengan pesan kepada semua orang yang cintanya bertepuk sebelah tangan atau pergi memilih yang lain, harus yakin bahwa “Tuhan Punya Cara Yang Unik Untuk Membuat Bahagia”.

Serian yang mantab mengukuhkan kiprah bermusiknya dengan formasi kuat sejak 2015 ini mempunyai ciri khas pop sejak single “Tuhan Tolong Tumbuhkan Nyaliku” (2018), “Mengelus Dada” (2018) dan “Masih Ada Lady” (2019) yang berkolaborasi dengan Sandhy Sondoro. Pada single ke-empatnya kali ini, Serian hanya menambahkan beberapa jenis musik berbeda. Dengan alunan cello dan conga membuat “Curhatan Fajar” menjadi semakin istimewa. Untuk membuat lagu berkesan lebih luas dan enak didengar, Serian juga menambahkan sedikit sentuhan orchestra di lagu ini.

“Lagu ini sebetulnya masih sama dengan single kita sebelumnya, jika ada yang berbeda sedikitlah. Di single ini istimewanya ada beberapa alat musik yang kita coba tambahkan di lagu ini. Seperti suara cello dan ketipung dan tambahan sedikit orchestra di lagu ini, agar lebih luas dan syahdu bagi yang mendengar,” imbuh Kumz.

Meski dalam perspektif berbeda, saya mengenali hentakan drum Anton yang konsisten sedari awal bergabung dengan Serian. Karakter yang mirip dengan band sebelumnya, bedanya kali ini Anton bermain terdengar lebih lebar dan kuat.

Lagu “Curhatan Fajar” menjadi single terbaru Serian di bawah naungan Best Beat Music Management yang membuka awal tahun 2020. Simak persembahan terbaru dari Serian diseluruh digital platform tanah air.

(Visited 22 times, 1 visits today)