Ruang Kosong, grunge Surabaya yang melepas single “Lawan Mereka”. Foto : dok.Ruang Kosong

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Surabaya  – Distorsi rock dalam kemasan lusuh cenderung kumuh itu sekejap mengingatkan saya pada masa-masa rebel. Memilih berontak dari kebiasaan demi menunjukkan pada dunia bahwa sebenarnya kita bisa. Berontak dalam arti karya, bukan meninggalkan kebersamaan komunal yang telah membentuk karakter.

Penggalan lirik “Lawan Mereka” …lawan mereka dengan kata..lawan mereka dengan karya…, seperti cerminan apa yang pernah saya lakukan pada masanya. Semangat yang sama ketika membesut sebuah kesepakatan soal ruang berkesenian di kota sendiri. Dikotomi antara rumah seniman dan ruang untuk menciptakan kultur berkarya sempat membuat silang sengkarut kami didalamnya. Lantas memilih kembali ke pinggiran dan tetap meneruskan ruang-ruang karya secara personal. Tetap berkawan meski memiliki ideologi karya berbeda.

Sama halnya dengan unit grunge Surabaya bernama Ruang Kosong yang gigih menyuarakan karyanya secara mandiri. Berdiri dengan pencapaian yang bisa mereka lakukan. Lantas meluncurlah single “Lawan” yang menjadi bahana merayakan Hari Anti Korupsi pada 9 Desember 2019 silam.

Sentuhan grunge yang kuat menjadi pilihan sejak Ruang Kosong terbentuk pada 2015. Karakter musik dengan spirit yang dinamis, drive kumuh, lusuh dan bergemuruh mereka wakilkan dalam single perdananya. Bahkan kolektif Dicky (vokal/gitar), Novan (gitar), Enggar (bass) dan Faris (drum) menempatkan lirik yang simple, lugas dan berkarakter kebebasan sebagai muatannya. Sebuah ungkapan kemarahan atas ketidakadilan yang terjadi pada kelas bawah. Amarah kepada penindasan, perlawanan dan kemerosotan moral.

Musik Ruang Kosong relatif menggerinda pendengaran dengan tempo menggebu sejak awal. Semangat pemuda yang merasa diskontraksi dengan kesalahan hidup yang stagnan dan membosankan. Para pengusungnya seperti terpenjara, lalu mencoba berpikir melawan dunia dengan konfrontasi doktrin palsu atas tata kelola negara yang semakin absurd.

Dari sisi proses, perekaman lagu ini masih menempatkan drummer Adit yang mengisi tack bagian drum, sebelum masuknya Faris. Direkam di Studio Nada Musika dan mixing mastering oleh musisi andal Surabaya, Edi Hazt.

“Lawan Mereka” kini sudah bisa disimak diberbagai platform musik streaming digital yang beredar.

Simak, lawan korupsinya, dengarkan karyanya.

(Visited 7 times, 1 visits today)