Rinjani Reza, solois pop Bogor yang merilis single “Laju”. Foto : dok.Rinjanireza

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor  – Musim hujan menekan pilar-pilar kesombongan, mengguyur dengan caranya yang tak terbendung. Mengikis apa saja demi mencari jalan kembali kedalam tanah, lantas sisanya akan mengular menuju sungai. Demikian halnya dengan karya, ketika ide bergerak menjadi gumam, berlanjut menjadi tulisan dan lagu. Maka ia akan mencari suar untuk memastikan terdengar, apapun caranya. Representasi ini tepat untuk menggambarkan bagaimana karya Rinjani Reza, solois asal Bogor, menapak mencari pendengarnya dengan cara yang independen.

Membuka tahun 2020, Rinjani Reza merilis single bertajuk “Laju” dalam nuansa pop dengan sentuhan gitar akustik. Kemasan yang dalam beberapa tahun terakhir ia pertontonkan, baik sebagai penyanyi tunggal ataupun duet dalam kelompok Jembatan Merah.

Single “Laju” ia rilis guna menandai 10 tahun karirnya sebagai penyanyi solo. Bercerita tentang kerinduan kepada Bogor, kota tercintanya dengan seseorang yang sudah tak lagi di genggaman. Perpisahan menjadi kisah utama diantara hujan yang terus menerus hadir, menghadirkan ingatan yang tak mudah dilupakan.

Secara perlahan, “Laju” coba digulirkan sekaligus pemantik materi mini album yang pelan pelan mulai disiapkan. Materi yang bisa jadi tetap meneruskan sosoknya, menjadi sisi lain setelah sempat muncul sebagai vokalis band thrash metal, personil band hardcore hingga punk rock lokal. Sosoknya pun cukup lama melintasi berbagai panggung dengan auman nintendocore/digital hardcore.

“Laju” dengan romantisme Bogor cukup mudah dikenali karena beberapa kali menyebut hujan. rindu dengan guyuran hujan. Meski hujan bukan satu-satunya alasan, Rinjani Reza tetap percaya ada banyak ingatan yang menguap ke permukaan saat hujan turun. Ingatan bertebaran yang ia tuliskan dan perjuangkan dalam berbagai media tulisan puisi. Mulai dari zine fotocopyan sampai dengan medium blog, wattpad hingga jendela media sosialnya.

Ada rindu yang terpendam saat Bogor di guyur hujan. Ada harapan yang menghujam saat terpaksa dipisahkan. Harapan yang sama ketika ia dan kolega memilih setia dengan klub sepak bola lokal, apapun kondisinya. Kesetiaan yang sama dengan cara bagaimana ia memproduksi alter ego “Sajak Tanpa Suara” dan membungkusnya dengan musikalisasi dalam EP “Satu Sisi”.

Begitulah Rinjani Reza. Setelah berproses mencipta “Laju” dan merekamnya secara sederhana di kamar, dengan bantuan Firdi sebagai music director dan Wahyu Saputro untuk mixing/mastering. Single “Laju” sudah bisa diputar secara streaming di kanal YouTube Rinjani Reza sejak Jumat, 17 Januari 2020.

 

(Visited 28 times, 1 visits today)