Jejak dan Mimpi Rock Alternatif Hue Angels

Hue Angels, rock alternatif Surabaya yang merintis jejak. Foto : dok.Hue Angels

Hue Angels, rock alternatif Surabaya yang merintis jejak. Foto : dok.Hue Angels

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Surabaya  – Sejak ditemukan pergumulannya di talatah musik Indonesia, jejak rock terus menjalar dan menjangkiti ruang dengar muda-mudi sejak paska revolusi. Sejak industri musik tanah air terkuak tabirnya tahun 1954 dari sebuah garasi milik Soejoso Karsono di Jakarta, hingga menemukan singgasananya pada akhir 70-an. Musik rock memiliki jejak perkembangan yang kuat pada era setelahnya justru dari Kota Surabaya.

Surabaya memang beberapa kali disebut–sebut sebagai kota yang melahirkan banyak band-band aliran rock. Peminat sejarah musik pasti familiar dengan nama-nama ‘AKA’, ‘Dara Puspita’ atau ‘Lemon Tree’s Anno 69’. Sampai dengan gelombang rock semacam Andromeda, ‘Power Metal’, ‘Grass Rock’, ‘Kamikaze’ dan lainnya. Bahkan jejaknya terasa kuat dengan tumbuhnya festival rock legendaris yang melahirkan kekuatan rock nusantara.

Jejak yang sama juga coba ditorehkan oleh kelompok Hue Angels. Merintis musik swadaya rock secara alternatif pada 1 Desember 2018, mereka berikrar dengan mimpi besar bisa menjadi semacam virus yang menjangkiti telinga para pecinta musik tanah air. Hue Angels memiliki mimpi besar untuk dapat menginspirasi penikmat musik Indonesia melalui karya ciptaannya dengan tema yang bermacam macam seperti sosial, kehidupan sehari hari dan tentang percintaan. Bagi Hue Angels rock alternatif adalah tempat yang bebas untuk berekspresi.

Hue Angels adalah penamaan dengan makna ‘hue’ (warna) dan ‘angels’ (personil). Semacam penjelasan bahwa mereka berangkat dari berbagai macam kultur musik rock. Pertemuan drummer Satya yang meminati ‘Strory of the Year’ dengan gitaris Yuda yang mendengarkan ’30 Second To Mars’, berlanjut pada Uut yang bernyanyi ala Paramore, Arno dengan permainan gitarnya ‘Eyes Set To Kill’, dan bassist Dennis yang mengidolakan ‘My Chemical Romance’.

Setelah meramaikan gelaran pertunjukan di kota-nya, Hue Angels telah merampungkan perekaman lagu di Rezroll Records, Surabaya. Perekaman yang diniatkan untuk memproduksi sebuah mini album. Lantas dirilis lah single “Biar Saja” sebagai penggema rock perdana mereka. “Biar Saja” telah dipajang di gerai musik digital Spotify dan video klipnya sudah tayang di kanal YouTube.

Begitulah musik rock. Jika di Surabaya berlaku masa vakum sebelum gelombang rock menerjang, bisa jadi awal tahun ini menjadi momentum tumbuh ulang kancah rock yang lebih bervariatif.

Semoga.

(Visited 22 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *