Irine Sugiarto, rilis 3 video musik awal tahun 2020. Foto : dok.Irine Sugiarto

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Samarinda  – Suatu sore, saat bermain kisah hayalan saya sedang tekun mengamati celah-celah awan yang berjarak renggang. Pipih dan tak beraturan, berbeda dengan pekan-pekan akhir tahun yang menggelembung hitam. Membiarkan pikiran bersama awan yang bergelantungan membawa saya pada ceruk-ceruk Altokumulus Kelabu, seri rangkaian cerita penyanyi Irine Sugiarto yang membekas sejak 2018. Ceruk yang sama yang terus didengungkan oleh sang pemilik karya.

Pada Oktober 2019 lalu, Irine melepas salah satu video musik dari rangkaian EP Altokumulus Kelabu (2018) yang berjudul Samar dan Asam. Ditahun yang sama, sedikit mundur lebih kebelakang, ia banyak bertanya tentang aneka hal dan pilihan, serta konsekuensi dari dari musabab yang dililih dan dilakukannya. Memilin dan menjadikan gulungan menggumpal untuk kemudian membuka 2020.

Perlahan, talenta asal Kalimantan itu merapikan ‘gulungan’ tadi pada laci yang sudah ia tentukan. Lalu menunggu hingga hari ke-17 dibulan Januari tahun 2020 Irine Sugiarto melepas sekaligus tiga video musik sebagai rangkaian lengkap dari EP-nya itu. “Permata untuk Raja”, “Besok-Besok”, dan “Altokumulus Kelabu”. Tiga lagu yang lahir dari gejolak dan ceritanya masing-masing.

“Permata untuk Raja” menjadi lagu pertama yang ia jelaskan melalui video tahun 2020. Kisah tentang ketakutan yang mengalahkan keberanian seorang hamba untuk menampakkan diri ke pribadi yang dinobatkan sebagai Raja dalam benak dan hati terdalam. Dalam kesedihannya ia mengambil kesimpulan bahwa permata ini mungkin lebih baik diberikan lewat tangan yang lebih rupawan, bukan lewat hamba biasa yang bahkan tak bernilai keberadaannya.

“Besok Besok”, sebuah tulisan harapan yang tumbuh dari rasa kekhawatiran akan sebuah pertanyaan, masih adakah hari esok untuk sebuah pertemuan?. Lalu ditutup dengan “Altokumulus Kelabu”, ajakan yang mengharuskan untuk setiap orang untuk memilih apa yang menjadi ‘awan cantiknya’.

Disini Irine punya definisi penting untuk ‘awan cantik’ sebutannya ini. Kebebasan hidup, pilihan hari esok atau jangka panjang, kesedihan, kekuatan, rasa sakit, bahkan hal hal yang membentuk identitas dalam diri manusia (orientasi seksual, gaya berpakaian, atau bahkan bentuk tubuh). Semua itu berhak untuk dipilih sendiri tanpa bumbu-bumbu pilihan manusia lain.

Secara garis besar, narasi yang dituturkan IrineSugiarto barangkali setia pada pop jazz/folk dan setipenya. Dalam rilis yang dikirimkannya kepada HujanMusik!, penyanyi 23 tahun itu justru tak mementingkan kategori warna musiknya. Hal penting baginya adalah interpretasi.

Dalam EP ini, interpretasi diimplementasikan melalui tempo, nuansa, serta progresi chord. Lagu Besok-Besok ditautkan dengan tempo tidak lebih dari 50 bpm serta nuansa ballad yang menenangkan, karena dalam lagu ini Irine ingin pendengar berada dalam perasaan yang manis namun penuh kebimbangan.

Pada penggarapan ketiga video musik, Irine Sugiarto tetap memilih dirinya untuk bertindak langsung sebagai sutradara, menyentuh langsung proses pembuatan karya dalam bentuk visual dari awal hingga selesai. Ia pun menggandeng beberapa penangkap dan penyunting gambar. Pada “Permata untuk Raja” ada Anis Alimah Shalihah (Samarinda), disambung “Permata untuk Raja” oleh Rio dan Dicky (Balikpapan), lalu “Altokumulus Kelabu” oleh Mademun dan Resa Alif (Samarinda).

“Sistem roster di dunia kerja yang saya pilih dan sistem jadwal gigs bukan hal yang bisa saya imbangi dengan baik. Bahkan sampai saat ini (memasuki tahun kedua). Tapi, yang saya mengerti sampai hari ini, dimanapun saya berada bahkan di lokasi terpencil sekalipun dimana saya ditempatkan, nada-nada tidak akan pernah berhenti ada di atas saya. Dan merekalah yang selalu mengamini semangat saya yang berapi-api untuk tetap berteriak dengan lembut, lantang, dan berirama. 2020 bukan salah satu tahun yang saya buka dengan baik, tapi semoga nada-nada diatas kepala saya ini dapat menjalani dan menutupnya dengan baik. Atau saya ralat, bukan tentang baik atau tidak baik, tapi tentang Berbeda. Mari jalani dengan sesuatu yang berbeda,“ tulis Sugiarto Irine pada HujanMusik!.

Selamat menikmati Altokumulus Kelabu yang kembali mengudara.

(Visited 20 times, 1 visits today)