Walkinsomnia, heavy rock Samarinda yang mencoba menebarkan karyanya. Foto : dok.Walkinsomnia

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Samarinda  – Sebuah tampilan pembuka video menampakan gambar dominan gelap dengan obyek berbayang. Untuk sesaat saya tercekat dan menerka adegan berikutnya adalah aksi brutal, sadis dan cenderung horror. Namun kumpulan credit teks diawal menggugurkan terkaan saya. Gambar berpindah dengan cahaya terang dan menampilkan sekumpulan atraksi heavy rock yang dilibas Walkinsomnia, unit rock Samarinda yang baru saja merilis single pertama mereka, “Killing Me Slowly”.

Mulai berkarya sejak akhir 2017 lalu, Lery (vokal), Zulfi (gitar), Diemas (bass), Jul (synth) dan Dhana (drum) mencoba menceritakan tentang perspektif pengalaman traumatis seseorang yang dihantui dengan problematika dimasa lalu dalam singlenya itu.

Dari sini saya sadar bahwa upaya Three AM Studio memberi sentuhan gelap pada video musik “Killing Me Slowly”. Adalah dalam rangka menemukan benang merah bahwa setiap orang pasti pernah mengalami pengalaman gelap dan tak menyenangkan dalam hidup.

Pada batas yang wajar, pengalaman buruk itu bisa dimaknai sebagai bagian dari pengalaman yang mungkin menghasilkan tekanan psikologis dan tidak membawa dampak buruk berkepanjangan. Namun, ketika sebuah peristiwa gelap terjadi dengan intensitas yang begitu kuat hingga meninggalkan tekanan atau luka psikologis yang signifikan, kondisi ini kemudian kita kenal sebagai trauma.

Seperti pesan dalam lagu “Killing Me Slowly”, Walkinsomnia memberikan pesan kepada pendengarnya bahwa tindakan-tindakan yang masa lalu bisa memberikan dampak trauma bagi seseorang. Untuk itu bersikap lebih bijak dalam bertindak akan meminimalisir potensi trauma. Akan lebih baik tetap bersikap peduli terhadap sesama.

Seperti pemindahan Ibukota. Kemunculan Kalimantan Timur tak serta merta begitu saja. Ada tahapan dialektika yang menyertainya, pun demikian Walkinsomnia. Sejak Samarinda jadi sorotan karena geliat skena musiknya, mewakilkan beberapa nama seperti Murphy Radio, Davy Jones, Irine Sugiarto dan Rio Satrio. Penikmat musik lokal kini bisa menikmati suguhan Walkinsomnia, band yang mengisi slot musik heavy rock yang kuat.

Pilihan musikal yang bisa dimaklumi karena ramuan beberapa referensi musik seperti I See Stars, Bring Me The Horizon, dan Linkin Park. Standar rock namun hasilnya sebuah komposisi garang, melodius dan dinamis berhasil dibawakan dengan apik.

“Killing Me Slowly” direkam di Backstage Studio Samarinda dan di mixing serta mastering oleh Ari Wardhana. Nama yang cukup ramai dikenal sebagai gitaris band Kapital.

“Killing Me Slowly” sudah tersedia di berbagai digital store dan streaming service. Video musik garapan Three AM Studio juga melengkapi rilisnya single juga dapat dinikmati melalui kanal YouTube Walkisomnia.

Silahkan simak.

(Visited 7 times, 1 visits today)