Bleu House, kolektif electro-pop Bandung merilis single keempatnya. Foto : dok.Bleu House

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bandung  – Langkah limbung menemani awal hari. Sisa cahar semalam masih memabukkan dan membawa saya pada pagi yang tak lengkap. Ujungnya, pagi ini langkah limbung menemani dan menggagalkan niat kerja bakti. Memilih meringkuk dengan ditemani seduhan herbal demi memulihkan stamina. Dengung kepala yang berkecamuk memangkas keinginan saya untuk mendengarkan musik keras nan semangat, sebagai gantinya memilih terapi synthpop sebagai jembatan untuk kembali kepada keadaan normal.

Lalu bertumbuklah keinginan saya itu dengan single “IDWSG” yang dirilis kolektif yang menamakan dirinya Bleu House. Meski belum sampai pada synthpop yang saya bayangkan, “IDWSG” paling tidak menjadi percampuran bebunyian elektronik yang tepat didengungkan. Electro-pop yang kaya dengan aksen instrument, hangat dan sentuhan emosional.

Pada sisi ini saya akui cukup terbantu, membangkitkan perasaan pasrah menjadi kuat. Memapah benak untuk bergerak, seperti pendukung warung kelontong penyedia bahan pangan. Membeli untuk mendukung ekonomi berdikari tanpa perlu ke waralaba dengan alasan gaya.

Rasanya perlu senang diantara jutaan musisi nusantara ada karya-karya Bleu House yang mengudara. Mereka adalah band electro-pop yang berasal dari Bandung, Indonesia. Sudah terbentuk pada sejak akhir tahun 2018 dengan peran Mamoy (vocal, gitar, dan synthesizer), Fitha (vocal dan synthesizer), Ratih (backing vocal dan keyboard), dan Dipga (drum).

Tak sekedar berkumpul, Bleu House bahkan sudah merilis 3 single yang berjudul “Waste My Time” (10 Desember 2018_, “Sign” (3 Januari 2019), dan “Where Are You? Where Are You?” (22 Februari 2019). Ketiganya melengkapi mini album bertajuk “Feelings” yang rilis pada Oktober tahun lalu. Terbaru band electro-pop itu akhirnya merilis single ke-4 nya “IDWSG” dalam format digital.

Single terbaru ini sudah bahkan sudah sering dibawakan Bleu House di beberapa gigs dengan arrangement yang menarik perhatian.

“IDWSG” di buat dengan instrument yang lebih diperkaya dengan proses mixing dan mastering yang lebih baik dibandingkan single sebelumnya. “IDWSG” atau bisa disebut I Don’t Wanna Say Goodbye ini disertai element Conga yang terkesan sempurna untuk mengisi materi lagu tersebut.

Seperti lagu-lagu lainnya, “IDWSG” juga menceritakan pengalaman pribadi dari salah satu personil.

“Lagu ini ditulis dan dikemas baik oleh Mamoy untuk para pendengar yang sedang merasakan LDR (Long Distance Relationship) atau pasangan yang merasakan cinta lama bersemi kembali, ataupun untuk menemani para pendengar yang sedang merasakan kesendiriannya di perjalanan, dimana saat hujan, menjadi penuh kebahagiaan,” jelas Fitha.

Barangkali saya memiliki intepretasi dengan suasana berbeda soal lagu ini. Tapi untuk alasan penghiburan dan suasana segar untuk keluar dari warna musik monoton, single milik Bleu House ini layak didengarkan.

(Visited 14 times, 1 visits today)