The Yervs, heavy rock Palembang yang telah merilis album debut. Foto : dok.The Yervs

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Palembang  – Raungan gitar gitar menderu memenuhi suasana petang yang berjalan lambat. Mengiringi perjalanan pengendara roda dua yang rindu heavy rock amatiran semacam saya. Lantas terkendala bahan bakar yang habis tepat diujung sebuah antrian stasiun pengisian bahan bakar umum.

Pada sebuah antrian SPBU, tampak kaum peneduh menepi mencari ruang yang lega untuk kebutuhan sebatang dua batang. Rintik sedang jatuh, kecil namum membekas jika diterabas. Dan saya sedang bersama The Yervs, heavy rock Palembang, Sumatera Selatan yang berusaha menghangatkan badan dengan seduhan “God Is Reality”, album debut mereka bersama Weekend Fuzz. Label independent dari kota yang sama.

Bungkusan distorsi paket komplit dalam “God Is Reality” menjadi penemuan mutakhir kolektif Yudis (gitar), Ewan (bass), Roffy (gitar/vokal), dan Vitos (drum). Penemuan setelah mereka berkumpul dalam satu visi yang memainkan nomor-nomor intuitif dengan influence kepada Black Sabbath, Kadavar, Monster Truck, The Shrine, Red Fang hingga AC/DC.

Sementara album “God Is Realty” merupakan penemuan tentang perjalanan spiritual The Yervs yang merasa perlu meyakinkan bahwa Tuhan itu nyata dan Esa, meski kepercayaan agama berbeda-beda. Album “God Is Reality” mencoba menyambungkannya dari satu track ke track yang lain. Menyambung dari track satu sampai track terakhir.

The Yervs terbentuk sejak 2017. Penamaan kolektif ini merujuk dari sebutan nama personil yang bergabung, yaitu Yudis , Ewan , Roffy , Vitos dan pada S melengkapi untuk semuanya. Pada 21 Desember 2019 silam, mereka memproklamirkan peluncuran album debut dengan melibatkan band-band seperjuangan semacam Hold It Down, Gerram, Manekin, Sumar, Suar dan Kill The Fear . Selain itu pada proses penggarapanpun dukungan juga terlah terbentuk sejak pemilihan desain, layout, perekaman hingga pencetakan album.

The Yervs merilis albumnya dalam bentuk Boxset Album sebanyak 24 kaet yang bersifat terbatas (limted). Didalam nya tersedia T-shirt, CD album, pacth, pin, sticker, post card, sertfikat dan lainnya.

Terdapat 8 track lagu yang disematkan dalam album ini. “Destroyer”,”Black Moon”,”Hard Live To Love”,”Gonna Die”, “Life in the darkness”, “Falling in the world”, “Divine”, dan “Dismantle lie”.

Model perilisan album yang belum banyak dilakukan oleh band-band independent Palembang lainnya. Bisa jadi mereka menjadi yang pertama meluncurkannya.

Selamat

(Visited 16 times, 1 visits today)