Bias Sang Pelangi untuk Single Folk Pop Ketiga Prasiwan

Prasiwan, penyanyi cum penulis lagu dari Kota Surabaya merilis single ketiga. Foto : dok.Prasiwan

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Surabaya  – Saya sedang menikmati nada dan masa. Bagi sebagian anggapan orang, masa adalah nama tengah yang coba saya paksakan tersemat. Julukan yang saya temukan manakala ada perjumpaan dengan kawan lama. Pasalnya tampilan dengan potongan begini-begini saja, dengan rutinitas yang itu-itu saja. Seolah menjadi sah bahwa masa adalah tanda abadi tanpa perubahan. Pada sisi lain, jika boleh memilih lebih dari satu, saya juga ingin disematkan sebagai pelangi di angkasa. Sebagaimana terminologi single “Sang Pelangi”, rilisan penyanyi Prasiwan.

Mengarungi arah sesuai hati, berjalan mencari arti hidup ini. Lalu mulailah terdengar suara bisikanmu, mengajak mengikuti alur jalanmu.

Sebagai penyanyi cum penulis lagu dari Kota Surabaya, Prasiwan termasuk seniman musik yang beruntung bertemu dengan biduknya. Sebelum menjadi penyanyi solo beraliran Folk/Pop seperti saat ini, Prasiwan merupakan personil salah satu band beraliran alternatif rock. Jalan Folk/Pop pada akhirnya membawanya pada dua demo single “Bintang Hati” (2017) dan “Datang Kembali” (2019). Menuju penghujung tahun 2019, “Sang Pelangi” muncul menambah bilangan ganjil jumlah karyanya menjadi tiga.

Musik dari lagu Sang pelangi sedikit berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya. Pada lagu ini Prasiwan mencoba lebih menuju pada sebuah rasa syukur ketika dalam sebuah perjalanan menikmati keindahan alam. Alam yang menawan dan memberi rasa ketenangan. Meski sejatinya “Sang Pelangi” merujuk pada jati diri seorang yang jenuh dengan hidup yang monoton, sibuk dengan urusan waktu yang jarang kosong. Lantas ia bertekad untuk berpetualang dan benar-benar ingin melihat sebuah keindahan yang di ciptakan oleh Tuhan yang maha esa.

Judul “Sang Pelangi” sendiri adalah kata bias untuk seseorang yang penasaran dengan perjalanan untuk menyukai alam keindahan dan dunia yang penuh warna-warni berbagai budaya. Mengarungi perjalanan dengan tetap mencari sesuatu yang bermakna dan penuh momentum. Memastkan anugrah yang harus di nikmati dan disyukuri tanpa ada kata putus asa, karena jalan hidup itu begitu berharga.

Pria yang dikenal dengan nama panggung Prasiwan ini sedari kecil sudah akrab berteman dengan Gitar dan Harmonika. Awalnya, hobinya itu hanya ia jadikan pelampiasan untuk mengatasi rasa kesepian. Namun seiring waktu, keterampilan jemarinya memetik gitar membawanya mengenal berbagai kalangan musisi local dan menjadikan wawasannya lebih luas.

Lalu ia mencoba peruntungannya di solo karir di pertengahan tahun 2015 dengan menciptakan beberapa karya lagunya sendiri. Dipanggung ia memang tak selalu menjadi penyanyi solo, tetapi juga punya konsep band untuk mempermanis penampilannya di panggung-panggung tertentu.

Sedikit demi sedikit Prasiwan mulai mengumpulkan berbagai lagu ciptaannya untuk dijadikan album. Meski banyak hambatan yang harus ia
hadapi, namun Prasiwan tak putus asa dan berkecil hati. Bekerja di sebuah perusahaan dan bernyanyi di kafe tetap ia jalani. Karena menurutnya ini semua memang proses untuk menjadi sesuatu nanti.

“Sang Pelangi” yang direkam di Lazarus Records Studio itu kini sudah resmi rilis per 27 November 2019. Detail liriknya bisa disimak di Spotify dan seluruh layanan digital music platform.

(Visited 74 times, 1 visits today)

2 thoughts on “Bias Sang Pelangi untuk Single Folk Pop Ketiga Prasiwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *