Aloha!, Perayaan Keragaman Kolektif Syaharani and Queenfireworks

Syaharani and Queenfirework rilis video musik "Apa Daya" dari mini album barunya, "Aloha!". Foto : Angga Wiyata

Syaharani and Queenfirework rilis video musik “Apa Daya” dari mini album barunya, “Aloha!”. Foto : Angga Wiyata

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta  – Pendaran rembulan malu-malu keluar dari sarangnya, tertutup kelabu mendung tebal yang entah kapan tumbah menjadi air. Kemunculannya bak menjawab rona rindu saya yang tengah merindukan binar rembulan dari tepi peraduan. Mengharapkan malam dengan penerangan syahdu saat musim hujan bukanlah sebuah kewajaran.

Tak mengapa, namanya juga imajinasi keinginan, bukan kebutuhan. Hanya berandai-andai menekuni komposisi musik apik Queenfireworks dengan Syaharani dalam single “Apa Daya” dengan cara berbeda. Senandung rileks dan santai meski teks lirik menyuarakan kegalauan. Pun demikian, berandai-andai malam dengan rembulan, meski Syaharani secara official video menggambarkannya dalam suasana pagi nan sporty.

Jika karya diartikan sebagai cipta yang menyimpan berjuta rahasia penciptanya, “Apa Daya” menjadi perwakilan bagaimana perkiraan penyimaknya bisa berbanding terbalik dengan rahasia dibalik karya itu sendiri. Tak ada yang menduga jika lagu ceria ini memiliki rahasia kesedihan didalamnya.

Saya sempat tercekat dengan intro yang dikomando Subekti Sudiro yang dicerna dengan sempurna oleh Queenfierworks. Dalam pemahaman pendengaran saya yang sederhana ini, komposisinya cukup mudah dicerna dan ‘catchy’ bahkan menjurus nuansa ‘cute’ tak terbayangkan. Semua gara-gara romansa intisari karakter sound dari kontra bass yang dihasilkan. Menggiring imajinasi pada perayaan pribadi ditengah konser swing dan reggae yang rileks dan santai. Sebelum akhirnya menyadari bahwa “Apa Daya” adalah permainan kata-kata rahasia Syaharani tentang cinta, dengan rangkaian kegalauan disana.

Bicara tentang jatuh cinta, tentu tidak ada batasnya. Baik nyata maupun tak kasat mata. Baik dapat dicapai maupun sekedar cita-cita semata. Bahkan dalam kemustahilan pencapaian cinta pun tetap menimbulkan debar jantung yang sama efeknya. Efek ajaib yang diaku Syaharani sebagai inspirasi penulisan lirik, lantas berimbas pada penciptaan melodi dan aransemen apik.

“Sebuah lagu, adalah ruang istirahat yang penuh warna. Semoga dalam segala kesibukan tubuh dan pikiran, kita masih punya ruang istirahat dengan mendengarkan lagu ini. Ruang untuk memikirkan dan merasakan cinta, apalagi menyanyikannya,” tulis Syaharani dalam rilis yang ditujukan kepada Hujanmusik!.

 

“Apa Daya” merupakan satu dari empat lagu Syaharani and Queenfireworks yang tercantum dalam proyek musik ke-4 mereka bertajuk “Aloha!”. Ada empat (4) lagu baru dalam lima (5) rasa, yaitu “Apa Daya”, “Everyday I Love You More”, “Panthera Sumatera”, “Oh..So Lonely”, “Oh So Lonely” (string/cinematic-version). Selebihnya dua lagu baru dari album ke-2 dengan perubahan total yang dilakukan oleh pianis dan arranger jazz Andy Gomez, yaitu “Jangan Lagi Datang” dan “Kiranya (Engkau Sudah Mengerti)”.

Album “Aloha!” merupakan pencapaian kreatif Syaharani and Queenfireworks yang diproduksi sejak 2017 dengan rentang satu tahun dari tiap-tiap tahapannya. Direkam tahun 2018 dan rilis setahun sesudahnya, tepatnya kwartal terakhir tahun 2019.

Rilisan fisik “Aloha!” beredar dalam bentu CD yang di-distribusi oleh Demajors. Hadir dengan karya grafis menarik dari seorang Ariga Yada, berikut fotografi Angga Wiyata dan kartu pos dengan lirik lagu didalamnnya. Rilis bersamaan dengan single pertama “Apa Daya” yang video musiknya Bisa dilihat di kanal YouTube Queenfireworks.

Secara garis besar Syaharani and Queenfireworks seperti hendak merilis perbedaan-perbedaan ornamentasi dan rhythm pada mini album “Aloha!”. Tambahan amunisi rilisan penting yang mereka keluarkan sejak 2004 silam.

Kompilasi rhythm adalah sematan yang lebih tepat untuk disandangkan. Seperti kesimpulan sudut pandang lain dari reka-musik Syaharani and Queenfireworks yang luas. Jika kita simak lebih dalam, maka dengan mudah bisa kita temui fusion, bossanova, contemporary pop/soul hingga chill jazz tentunya. Apalagi swing yang mengalir pada beberapa sisi lagu seperti sebuah perayaan keragaman.

“Aloha!” meluncur dengan didukung musisi kuat sekelas Donny Suhendra (arr/gitar/prog), Andy Gomez (arr/piano/keyboard), Subekti Sudiro (Kontra bass/elektrik bass) dan Hentriessa Yulmedia (drum). Diluar nama-nama itu ada beberapa musisi tamu yang terlibat, yaitu Demas Narawangsa (drum “Pantera Sumatera”), Indra Artie Dauna (Trompet “Apa Daya”), Alvin Witarsa (violin 1 “Oh SO Lonely” – string version, “Everyday I Love You More”), Ritter Evan (violin 2 “Oh SO Lonely” – string version, “Everyday I Love You More”), Adi Nugroho (viola “Oh SO Lonely” – string version, “Everyday I Love You More”) dan Robby Subarja (cello “Oh SO Lonely” – string version, “Everyday I Love You More”).

Seluruh proses produksi direkam live di studio S.A.E Jakarta, paska produksi dilakukan di DSS Music dengan tangan terampil Donny Hardono dan Agi Anggadharma.

“Aloha!” pada akhirnya seperti perayaan kehidupan. Tempat segala makhluk saling mengenal dan hidup dalam harmoni dengan perbedaan. Tugas kita sebagai manusia adalah menyempurnakan perjalannannya, membentuk senyawa-senyawa hingga kehidupan mencerahkan sisi gelapnya.

Karena “Aloha!” adalah kata yang sama untuk selamat datang dan selamat jalan.

(Visited 64 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *