Sundae’s (Interlocal) Playlist dan Panggung Kedua Matajiwa di Bogor

Matajiwa, menggulirkan repertoar dengan penuh penjiwaan. Foto : Andi Abddul Ghani/Hujanmusik

Matajiwa, menggulirkan repertoar dengan penuh penjiwaan. Foto : Andi Abddul Ghani/Hujanmusik

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor  – Jejak malam masih menyisakan basah diujung kenangan. Bulir beningnya menerawang dengan benar, bahwa saya malam itu sedang kosong. Keriangan sepagian terpaksa menyingkir dengan kabar sisa cuti tahunan tak seberapa. Harapan liburan mendadak hilang dengan turunnya hujan di Bogor sejak siang hingga petang. Pada titik ini, sempat terbesit untuk menyudahi segala rutinitas dan menghambur lepas ke lautan, sampai akhirnya Delly Tambunan memberi kabar

“Mas, ada Matajiwa nih di Pro 2”

Sontak kelesuan yang medera mulai mencair, ber-sublim menjadi gumpalan semangat menggebu demi menemukan ada apa Matajiwa di Bogor kali ini. Bergegas menyalakan radio dan menyimak perbincangan ramai Delly, Anda Perdana dan Reza Achman, diantara mereka juga ada sosok Rimang dari SSS. Dari mereka terkuaklah kabar bahwa karpet merah panggung mereka akan digelar pada Rabu, 18 Desember 2019.

***

Petang baru menuntaskan perannya membawa gelap. Lampu- lampu Kota seiring mulai menyala. Gerak motor Bebek lansiran 2007 menjadi moda andalan saya menuju venue Capstone, Jl. Sancang 2, Babakan Lodaya. Tiba dengan kumpulan talent yang Sudah bersiap sedia meramaikan hajatan Sundae’s (Interlocal) Playlist Bogor. Sebuah event tur yang dibesut kolektif SSS dan Capstone di Bogor. Diantara mereka saya menemukan Andi dan Graditio, juga beberapa wajah familiar yang meramaikan acara.

MC Bonchie dan Dayat mendominasi suara demi membuka acara yang semakin larut menanti hujan reda. Hujan memang menjadi kata penyambut bagi siapa saja yang datang dan singgah di Kota Bogor, pun dengan mini tur Matajiwa yang ditemani kolektif dwi pop BEDA dan penampilan pop-ish Sousade.

Tak membutuhkan waktu lama, BEDA memang tampil beda. Pengusung pop kreatif asal Pamulang ini membuka perjamuan Sundae’s (Interlocal) Playlist Bogor dengan sajian hangat yang nyaman ditelinga. Saya langsung jatuh cinta dengan penampilan mereka. Musikalitas kekompakan Be-tong dan Da-koy teruji dengan panggung yang tak pernah sepi sepanjang pertunjukan, meski mereka mengandalkan instrumen gitar dan trumpet.

Melepas BEDA giliran tuan rumah Sousade unjuk sambutan. Memainkan pop yang lebih berwarna, Nanda (vokalis), Nabil (gitar), Tegar (gitar), Alif (bass), Aldi (dums) dan Rama (kibor), seperti memainkan penyambutan selamat datang di kota hujan.

Penampilan BEDA dan Sousade memang membesut perhatian, karena niat awal adalah menyaksikan Matajiwa, sesekali saya masih memperhatikan tingkah polah Anda Perdana dan Reza Achman yang bersiap mengamankan mini tur-nya malam itu.

Sousade pungkas menyelesaikan penampilannya, Anda langsung menyasar sudut panggung intim yang menempatkan perangkat gitarnya disana. Sementara Reza memerlukan beberapa waktu lebih lama karena sedikit kendala dengan set drum-perkusi-nya. Tapi itu tak masalah, konsistensi bermusik mereka sejak 2011 memunculkan rasa segan sejak lama. Memilih mengungkapkan jatidiri musiknya sebagai expression, experience dan experiment. Tak bertele-tele.

Matajiwa membuka repertoarnya dengan “Now Nation”, sebuah single yang mereka perkenalkan sejak 2016 silam. Singel pembuka yang tak putus masuk kepada suguhan-suguhan menarik lainnya. Saya lupa sudah berapa nomor mereka gulirkan sejak MC mempersilahkan panggung untuk mereka. Rangkaian repertoar emosional, sayang rasanya berhenti sekedar mengingat meta data nomor yang ditampilkan. Saya menikmati pertunjukan penuh malam itu.

Bersama Matajiwa, ini adalah pertemuan kedua saya dengan mereka di Bogor. Selepas menemukan karya “Semesta” di youtube, saya memburu penampilan mereka di bumi perkemahan Sukamantri, Bogor, dalam gelaran Eco Music Camp tahun 2016 silam. Penampilan di kaki Gunung Salak yang begitu membekas.

Matajiwa adalah kolektif penampil yang sarat spontanitas. Keduanya bukan tipe musisi yang mendominasi panggung dengan banyak celotehan yang kadang malah menghabiskan durasi pentas. Dialog verbal se-kali-dua, lantas dijawab dengan intro gitar dan tetabuhan perkusi, begitu seterusnya. Nyaris, sepanjang pertunjukan saya tak beranjak dari tempat singgah kecuali panggilan alam.

Pada lain kesempatan, saya perlu menuliskan Matajiwa secara khusus dalam lembar terpisah.

***

Pertunjukan maksimal, salut untuk para penampil, meski hujan mendera, tak meluruhkan usaha mereka menghangatkan suasana Bogor yang tentu berbeda dengan Pamulang, apalagi Bali. Untuk Hal ini saya merasa perlu berterima kasih pada keras kepalanya Rimang yang membawa Matajiwa dan Sundae’s (Interlocal) Playlist ke Bogor. Jejaring pertemanan dan sapa skena diantara penggiat ekosistem musik memang perlu dipanjangkan tanpa melihat perbedaan sebagai sekat.

Terima kasih, malam yang luar biasa

(Visited 85 times, 1 visits today)

1 thought on “Sundae’s (Interlocal) Playlist dan Panggung Kedua Matajiwa di Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *