Pesan Ketenangan Syahdu Savasvara Melalui “Senja Membiru”

Kuartet Pop Rock asal Depok, Savasvara akhirnya merilis single perdana bertajuk "Senja Membiru". Foto : Savasvara

Kuartet Pop Rock asal Depok, Savasvara akhirnya merilis single perdana bertajuk “Senja Membiru”. Foto : Savasvara

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Depok  – Rangkaian kereta perlahan meninggalkan riuhnya selasar stasiun Depok lama, meneruskan perjalanan rutinnya ke Bogor dari Jakarta. Mengantarkan kaum komuter menepati janji pada diri masing-masing, berpetualang memastikan partisipasi hubungan lingkar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Tentunya urusan kesempatan aktualisasi dan kais rezeki.

Dari Sini ada tautan yang tertinggal sebelum tiba tujuan. Tautan “Senja Membiru” yang membekas dari Savasvara, unit pop rock yang lahir dan tumbuh di Kota Depok. Membekas membungkus imajinasi bahwa melintas Depok sesekali perlu ketenangan syahdu selayaknya pesan “Senja Membiru”.

Savasvara akhirnya merilis single perdana bertajuk Senja Membiru setelah tiga tahun dibentuk. Kuartet yang terbentuk pada akhir November 2016 dengan kekuatan Fahri Hasymi (Gitar, Vokal), Rifqi Fadhillah (drum), Evan Ignatius Bone (Bass, Backing Vokal) serta Rianti Cahya (Biola).

“Senja Membiru” ditebar Savasvara bersamaan dengan ulang tahun mereka yang ke-tiga pada 29 November. Selain dirilis bertepatan dengan hari jadi, single ini juga dipersembahkan sebagai kado kepada teman-rekan dan sahabat yang telah mendukung band ini sejak awal berdiri. Persembahan yang sudah seharusnya, bahwa kolektif musik tetaplah tak bisa dilepaskan dari para penikmat. Sebuah skenario proses yang mengingatkan saya pada jamuan “Sementara” milik Float atau sapaan “With Or Without You” milik U2 yang sering menghiasi panggung Savasvara.

“Senja Membiru” bertutur cerita tentang hubungan manusia dan Tuhannya. “Di single ini kami mau membingkai hubungan antara manusia dan Tuhan. Manusia kerap kali larut dalam ingar bingar kehidupan dan lupa, bahwa ada Tuhan yang selalu ambil bagian di setiap perjalanan”, ungkap gitaris Hasymi.

Menurutnya lagu ini menunjukkan bahwa tempat bercerita paling nyaman adalah kepada Tuhan. Kata “senja” yang tersemat pun hanyalah sebuah symbol. “Senja kerap kali diromantisasi. Namun, kadang kita lupa di kala senja, kita sebagai manusia juga sepatutnya merefleksikan diri. Saat Senja kita bisa mengagumi kebesaranNYa”, paparnya.

Artwork “Senja Membiru”

Menyimak “Senja Membiru” seperti diarahkan pada nuansa sendu. Musababnya adalah geliat alunan biola, sendu namun tetap dibalut dengan raungan overdrive gitar dan hentakan drum yang powerfull. Sebuah konsep yang diyakini Savasvara akan menghadirkan ciri khas tersendiri khusus pada “Senja Membiru”. Begitulah, bekal keyakinan yang membewa mereka pada proses perekaman, dimana seluruh instrument kecuali drum direkam dan diarahkan oleh Nukie Nugroho (Kakanuks Studio), drum direkam di Gana Studio, dan Mixing Mastering oleh Yutsi AION. Untuk artwork Savasvara berkolaborasi dengan seniman muda berbakat dari Makassar, Muh Syahrul (@lutxink).

Dirilisnya “Senja Membiru” juga sebagai jembatan menuju perilisan Album mini yang rencananya bakal dirilis pada 2020. Single Senja Membiru sudah bisa dinikmati diberbagai layanan streaming musik. Diantaranya Youtube, Spotify, Bandcamp dan Soundcloud.

 

(Visited 31 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *