Keynie, racik dansa elektronik dengan single “Little Liar Man”. Foto : doggyhouse records

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor  – Gemericik air mengalir menyambut keriangan manakala saya kembali berjumpa dengan sungai jernih tersisa. Sungai yang tentu saja selamat dari tekanan pengembang bangunan, semoga kekal tak hanya sementara. Jernih, fresh dan menghibur siapa saja yang menghargainya. Bicara tentang fresh, baru-baru ini saya mendapat kabar dari DoggyHouse Records, perihal munculnya karya-karya baru dari Gudang persediaan musisi bernama Yogyakarta.

Yogyakarta seakan tidak ada habisnya menyodorkan talenta musisi yang fresh dengan segala jenis musik yang mereka ciptakan. Kota bak semacam kumpulan para seniman, menjadi laboratorium bagi para musisi untuk menghasilkan karya unik, fresh dan berani. Paling tidak itu yang saya temukan pada salah satu temuan DoggyHouse Records. Musisi yang digadang – gadang akan menghasilkan materi yang menarik. Dia adalah Keynie.

Memilih muncul pada segmen musik Dansa Elektronika, Keynie hadir dengan keberaniannya memproduseri lagunya sendiri. Satu kondisi yang membuat Keynie terlihat stand out diantara deretan rookie. Hal inilah yang membuat seorang Heruwa “Shaggydog” tertarik untuk membantu mengedarkan lagu milik Keynie melalui label rekaman milik Shaggydog.

Seperti perjodohan, gayung pun bersambut dengan hadirnya DoggyHouse Records sebagai fasilitator untuk merilis materi yang telah pungkas diracik di studio. Keynie dan tim kreatifnya telah melalui serangkaian proses rekaman yang cukup melelahkan, termasuk berganti studio. Hingga pada akhirnya proses rekaman rampung dan berhasil merilis single pertama Keynie.

“Little Liar Man” adalah judul single Keynie. Disematkan untuk komposisi yang berkutat pada cerita kebohongan seorang lelaki atas dasar romansa. Ditulis dalam lirik berbahasa Inggris.

“Kalo cerita dibalik lagunya itu sih sebenernya dari pengalaman pribadi. Jadi ada cowok gitu yang bertahan hidup dengan berbohong ke semua orang,” tulis Keynie, dalam rilis media yang diterima HujanMusik!.

Menelisik kedalam, lelaki yang diceritakan dalam “Little Liar Man” itu kemudian bertahan hidup dengan banyak membuat dinding dusta yang mengelilingi kehidupannya. Sayangnya banyak orang yang percaya dan menaruh rasa hormat atas bualan yang disusunnya. Hingga kemudian terungkaplah bahwa itu semua hanyalah dusta. Lantas akumulasi dari berbagai macam kepalsuan lelaki ini yang kemudian berdampak buruk dan merugikan banyak orang.

Menyimak karya Keynie, saya seperti diajak menikmati penggabungan berbagai mode musik dansa dengan pengaruh Pop dan R&B kontemporer. Sepertinya dengan kesadarannya yang utuh, Keynie memutar pengaruh input kolaboratif menjadi suara yang bertekstur, eksploratif.

Hasilnya, “Little Liar Man” terasa intim sekaligus berlimpah — kumpulan nada Elektronika ruminatif dengan hati Pop. Apalagi didukung dengan kemudahan “Little Liar Man” yang bisa dinikmati melalui kanal musik digital (Spotify, iTunes dll) sejak 1 November 2019 itu.

Bergeas, siapkan persendian, sedikit peregangan dan kencangkan volumenya.

(Visited 7 times, 1 visits today)