Reverie, pop punk/emo Surabaya perkenalkan single perdana. Foto : dok.Reverie

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Surabaya  – Pekak teriakan terngiang, mengiring siang yang padat. Merayap dengan jadwal pertempuran waktu yang tak kunjung reda. Lalu lalang orang berkendara menyandera jalur sepeda, nanar matanya menakar sifat kekerasan yang hendak keluar. Lupa bahwa sebelum roda bermesin mendominasi, mereka adalah keluarga bahagia yang merayakan pagi dengan jalan kaki dan cukup berkendara dengan sepeda. Masa-masa bahagia yang hilang, lantas diingatkan Riverie dalam single bernuansa Pop Punk, “feit”. Dalam konteks yang lebih detail, lirik “Feit” bercerita tentang situasi dimana seorang anak sedang mengalami konflik keluarga.

Lirik utuh yang ditulis dalam Bahasa Inggris itu memuat narasi seorang anak yang kecewa terhadap orang tuanya karena orang tua tersebut berada di jalan yang salah. Anak tersebut berharap kepada orang tuanya untuk mengingat kejadian di mana mereka bangga saat awal masa bahagia. Pilihan tema lagu yang berbeda dengan Pop Punk kebanyakan, yang pasti mereka tak terjebak dengan keriuhan politis vs apolitis, sebagaimana era pop punk keluar dari peraduannya.

Pembanding bahwa Pop-punk pernah lahir dengan tak hanya jadi versi punk yang lebih ringan dan mudah dicerna. Ciri bengal yang sama dengan varian punk mana pun.

Meski perubahan budaya mendorongnya berontak dengan mendekati sisi eksperimental dan avantgarde musik. Mengeksplor kepolosan, kekonyolan, romansa dan hasrat untuk bersenang-senang tanpa akhir. Ciri tampil beda disajikan Reverie dengan tema lirik yang ditawarkan.

Suara lengking vokal Yanuar Rizal yang meninggi menandakan standar pilihan musik yang Reverie jalani. Dukungan sound gitar Boy Prasetya dan juga bantuan dari Alwan Hilal yang selain gitar juga mendukung vokal. Riverie seperti mengajak pendengarnya mengingat masa-masa Pop Punk meramaikan pensi 2000an awal. Ditambah power Prima Panji yang menghentak drum.

“feit” dalam pemahaman Reverie berartikan “Fakta“. Merekan menemukan pengalaman dari sekian banyak anak yang menjadi korban pertengkaran keluarga berakhir dengan keputus asaan dan mengakibatkan seorang anak menilai dirinya sebagai individu tak berharga. Pada banyak kejadian anak menganggap orang tua sebagai panutan, tetapi beberapa orang tua dalam kondisi ini lebih mementingkan ego daripada perasaan anak. Maka terbukalah tanda-tanda petaka.

Melalui “feit” Reverie ingin mengingatkan bahwa mental seorang anak bisa jatuh dan seolah tak berguna bagi kehidupannya, ketika ego orang tua mendominasi. “Your my hero, not the heroin,” begitu serunya.

“feit” pada akhirnya menjadi debut single Reverie yang terbentuk tahun 2018. Single ini direkam, mixing dan mastering oleh Rezroll Homerecording.

 

(Visited 6 times, 1 visits today)