Waiving Wednesday, kolektif punk rock Bandung telah merilis album perdana berisi tujuh lagu. Foto : Iqbal Tubagus

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bandung  – Petang akhir pekan ini saya sedang tak ada rencana apa-apa. Selain ancaman hujan pada prakiraan akan turun lebat, juga karena genggaman aktifitas komplek hunian yang menuntut hobi bertanam, menyisakan keletihan dan rasa lapar. Maka menguasai dapur adalah salah satu pilihan biadap yang bisa saja menghancurkan program diet lingkar perut seketika. Benar saja, logika cepat adalah meramu telur yang dikawinkan dengan daun bawang dan mie instant. Secepat kilat menyalakan api biru, tumis berbagai rempah demi uji coba rasa dan merebus mie sebagai syarat pertama. Selebihnya bermain takaran garam dan abon cabe sekuatnya. Menandingi lebat curahan air langit yang sedang mendera.

Tahapan menghabiskan akhir pekan yang sama dengan proses keluarnya berbagai karya. Seperti merilis single satu dua yang lantas berujung pada bulatan album. Entah penuh, entah setengahnya. Sebagaimana yang dilakukan punk/rock asal Bandung, Waiving Wednesday.

Kolektif yang semula bernama Times New Romance saat didirikan itu baru merilis album perdana yang berisi tujuh lagu. Perilisan yang sebelumnya sudah dipanaskan dengan dua single “Noise and Feedback” dan “Trending Lifestyle”, rentang dua tahun sebelumnya.

Album perdana yang diberi judul dari nama mereka sendiri itu membawa kepastian baru bagi Bayu Indradi (gitar, vokal ), Ary Pratama (gitar), Muhammad Zulyadri (drum), dan Arya Vidya Utama (bass, vokal). Kepastian dari formasi terkini yang mengusung alternative rock, metal, dan post-hardcore sebagai ruh musiknya.

Tidak ada makna khusus dari penamaan Waiving Wednesday. Pada masa pergantian nama dari Times New Romance ke nama baru, sang gitaris, Ary mengusulkan untuk menggunakan nama hari, dipilihlah hari Rabu sebagai nama karena belum ada band yang menggunakannya. Kata “Waiving” di depannya hanya sebagai pelengkap saja.

Pada album ini, Waiving Wednesday telah sepenuhnya menunjukkan karakter musik mereka. Bicara tema sosial menjadi kegemaran yang tak ada habisnya untuk disuarakan. Menceritakan penolakan diri dari diperbudak oleh tuntutan tren dan gaya hidup yang kian hari terasa kian delusional.

Jika pada peluncuran dua single pertama orang masih bertanya-tanya tentang karakter musik mereka, maka pada album ini bisa mereka menunjukkan bagaimana karakter musiknya sesungguhnya.

Meski mengusung aliran punk/rock, tidak semua lagu dalam album ini memainkan tempo cepat. Tetap ada tempo pelan seperti “Noise and Feedback” yang bernuansa depresif. Sepertinya masing-masing personil mencoba membawa referensinya kedalam jangkauan kitab musik Waiving Wednesday itu sendiri. Bisa digambarkan distorsi yang tebal, terdapat unsur djent, ketukan drum yang rapat, suara bass yang berat, namun vokalnya ringan dan tetap mengutamakan clean vocal sebagai komposisi utama.

Percampuran referensi bisa disimak pada track 2 (Eat Shit, Survive, Repeat), di situ mereka mencoba memasukkan unsur Post-Hardcore dan Metal. Sementara itu untuk karakter punk/rock tertera dengan jelas pada track pembuka, “Trending Lifestyle” dan track nomor 6, “Another Better”.

Lirik-lirik dari lagu Waiving Wednesday berputar pada tema sosial dan merupakan penyuaraan atas penolakan diri dari diperbudak oleh tuntutan tren dan gaya hidup yang kian hari terasa kian delusional.

Sesi rekaman album ini dilakukan di Red Studio dan Funhouse, mixing oleh Aditya Narendra, mastering oleh Steve Corrao dari Sage Audio, serta artwork oleh gitaris mereka sendiri, Ary Pratama.

Pada tahun 2014 Waiving Wednesday berhasil menembus kompilasi Loop Kickfest dengan demonya “Get Lost”, dan pada tahun 2017 Waiving Wednesday meluncurkan dua single yakni “Noise and Feedback” dan “Trending Lifestyle”. Pada tahun 2019 ini Waiving Wednesday meluncurkan album perdananya yang judulnya diambil dari nama mereka sendiri. Album ini sekaligus memayungi demo “Get Lost” yang direkam ulang dan dua single terdahulu mereka tersebut.

Silahkan simak dan nikmati album “Self-Titled” Waiving Wednesday di berbagai pelantar semacam SoundCloud dan Bandcamp.

(Visited 15 times, 1 visits today)