Terlalu Berarti, Kuasa Pop Romantis Ari Lasso Diluar Album

Art work "Terlalu Berarti" dari Ari Lasso. Foto : Aquarius Musikindo

 

Artikel : Anggitane

 

[HujanMusik!], Jakarta  – Pagi mengintip dari kejauhan, pecahan cahaya tipis menembus tirai jendela yang sebagian telah terbuka. Saya masih teronggok bak sisa-sisa pesta kemalasan. Enggan beranjak dan ingin menikmati kemewahan ini lebih lama dari yang saya bayangkan. Hembusan udara dalam standar wajar di kawasan perbukitan menorah seperti saat-saat ini memang sayang dilewatkan. Terlalu berarti untuk ditinggalkan, kepingan narasi alam tersisa yang masih terjaga di sisi barat Yogyakarta.

Ari Lasso tiba-tiba menyeruak memadati ruang dengar, memberi jeda untuk kembali bahwa pagi sudah terlampau terik. Tersadar bahwa saya tengah sendirian di penginapan.

Belasan tahun silam ada kenangan yang tak mungkin saya lupakan di perbukitan ini. Kisah petualangan dan perkenalan kali pertama dengan perasaan perempuan, hingga kenekatan membereskan masalah dengan cara laki-laki. Masa-masa remaja yang tengah menuju penemuan jati diri, yang membawa saya tetap lenting hingga saat sekarang.

Sementara itu Ari Lasso seperti tak mau mengerti, terus saja menghunus nada dan suaranya yang khas. Hingga saya dapati satu single baru yang belum pernah saya simak sebelumnya. Platform streaming musik pagi itu menampilkan single terbaru Ari Lasso bertajuk “Terlalu Berarti”.

Sejak mengakrabinya melalui “Mengejar Matahari” dari album “Kulihat, Kudengar, Kurasa” tahun 2004, nyaris tak ada yang berubah. Meski salah satu lagunya berjudul “Hampa” (Keseimbangan, 2003) sempat membawa saya ke beberapa kota sebagai pemain band sebuah BUMN di Jakarta.

“Terlalu Berarti” menjadi pencapaian baru Ari Lasso bersama produser Pay Burman dan Aquarius Musikindo. Pencapaian setelah sekian lama menjadi penulis lirik di lagu-lagu nya. “Terlalu Berarti” juga menjadikan Ari Lasso sebagai pemegang sepenuhnya karya ciptanya itu.

Sebuah karya yang terinspirasi dari beratnya hubungan antar lawan jenis berpasangan. Juga pengaruh situasi politik yang sempat memanas beberapa waktu lalu.

“Saya melihat sendiri dan mendengar cerita, bahkan tentunya secara pribadi pernah mengalami pasang surut dalam sebuah hubungan, luka dan pahitnya sebuah hubungan. Namun yang terpenting adalah kita bisa memaafkan dan menyadari bahwa semua yang telah dilewati ‘Terlalu Berarti untuk diakhiri,” jelas Ari Lasso, seperti rilis media yang ditujukan kepada HujanMusik!.

Bagi pemilik enam album solo dan tiga single non album itu, “Terlalu Berarti” bukanlah sekedar single baru. Ada pesan kuat tentang romantisme klasik yang lekat dengannya. Sebuah lagu universal tentang hubungan antar manusia, sesama anak bangsa yang sempat saling menebar prasangka. Bahkan jika pun ada dendam kita rela menghapusnya selama masih ada cinta.

Memang sudah seharusnya demikian.

Selekasnya, single terbaru “Terlalu Berarti” akan diterima penikmat musik nusantara, mengingat kuasa pop romatis masih mendapat tempat di Indonesia.

(Visited 114 times, 1 visits today)

1 thought on “Terlalu Berarti, Kuasa Pop Romantis Ari Lasso Diluar Album

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *