HLMN, punk rock Bogor merilisk video musik kedua bertajuk “Api”. Foto : Garisbawah

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor  – Tonase kelebihan muatan memaksa moda berjalan pelan. Energinya tersebar pada titik-titik roda yang merangkak sekuat tenaga, membebani jalanan yang tak putus memadu moda ke tujuan. Sementara debu sekitar bebas bertebaran, hujan sekejap tak akan mampu mengikis. Jalanan pun seperti pelan bersabar dengan keadaan. Berdamai dengan ribuan kendaraan yang melintas tanpa keluh kesah. Seperti musik keras yang bersuara kuat tentang pesan damai. Seperti “Api” yang dirilis HLMN, unit punk rock tepian Bogor belum lama ini.

“Api” merupakan muatan terakhir sebelum merilis debut album pada penghujung 2019 nanti. Bongkar muatan selepas “Escape” membawa pencapaian baru bagi Calvar (gitas/vokal), Kabow (bass/vokal) dan Jovi (drum). Sama dengan single pertama yang rilis dalam format video musik. “Api” dimunculkan HLMN sebagai halaman video musik kedua mereka. Halaman sebelum rumah besar bernama debut album.

“Api” adalah sebuah pesan damai. Kedamaian yang diperjuangkan dan disuarakan dengan lantang, dengan cara mengkonversi ‘api’ dalam diri menjadi energi positif untuk melawan segala bentuk ketimpangan yang terjadi dalam lingkup kehidupan.

Sebuah kesaksian bagaimana HLMN berjuang ditengah segala keterbatasan, memilih memainkan Rock Alternatif dengan warna Punk sebagai jatidiri. Seperti The Clash yang memainkan musik diantara keriuhan lirik politis daratan Inggris.

Materi “Api” dirilis demi membocorkan rahasia negara HLMN, bahwa mereka konsisten tetap berada pada jalurnya. Sarat akan perjuangan, namun tetap tak mudah tunduk, apalagi menyerah.

‘Api’ ibarat sebuah dorongan untuk memposisikan semangat ditempat yang seharusnya, seolah energi yang tak pernah padam menjadikan lagu ini terdengar fresh dan berbeda namun penuh energi. Modal motivasi merilis album sebenar-benarnya sejak berikrar tentang album awal tahun. Sebuah debut album bertajuk “Bangkit Bersinar”.

Video musik dalam durasi 3 menit 19 detik itu berkekuatan audio yang sesi vokal, gitar dan bass direkam di ImahLuhur, markas komunitas mereka di dataran tinggi puncak, Bogor. Sementara drum direkam di FakeHero Studio. Secara keseluruhan proses perekaman, mixing dan mastering berlangsung melalui tangan Opus Offrecord. Sementara video lirik dikerjakan seorang talenta bernama Teguh.

Dengan notasi yang sama dengan “Escape”, “Api” saya anggap pembawa semangat dan keyakinan bahwa HLMN tengah mencoba merangkum salah satu sisi kehidupan dengan cara sederhana namun penuh energi.

(Visited 8 times, 1 visits today)