Compassion, unit hardcore Malang yang menapak dengan album perdana. Foto : dok.Compassion

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Malang  – Deru mesin pemburu waktu menggelegak, menakar langit tengah hari yang sedang puncak-puncaknya. Sementara pandangan mata tak mampu beralih dari jalan lurus berbayar, buah pembangunan yang katanya untuk kesejahteraan itu. Ditemani tempo kencang “The First Step” milik Compassion, unit Hardcore Straight Edge yang lahir dan tumbuh di Timur Pulau Jawa. Saya menekuni jalur trans Jawa dari ruang duduk bus bernama sama dengan band pelantun “Kuliah Pagi”. Perjalanan pulang menemui tanah halaman yang sedang meradang karena pilihan pimpinan.

Paket sound keluaran Compassion sedikit menambah energi untuk berhadapan dengan kenyataan. Terbentuk pertama di Kota Malang dengan komposisi, Niko (vokal), Helda (drum), Farkhan (gitar), dan Adhit (bass), kolektif keras ini sukses mencuatkan harapan persaudaraan dalam skena hardcore. Meski pada perjalanannya, setelah dua bulan mereka tumbuh sebagai band, Sandy masuk sebagai pengisi Bass, sementara Adhit bergeser menjadi pengisi Gitar, lantas posisi Sandy digantikan oleh Acil. Pergeseran yang lumrah hingga akhirnya memantapkan langkah pertama dengan sebuah album bertempo kencang bertajuk “The First Step”.

Seperti dugaan, energi Hardcore Youth Crew era 90-an semacam Carry On, Champion, Turning Point menjadi rujukan Compassion saat kali pertama muncul dengan rilisan demo mereka pada tahun 2016. Saat itu dibawah label Set The Fire Records dan juga Legacy Straight Edge Jakarta. Selain Demo, Compassion turut merilis sebuah merchandise berupa T-shirt yang dijual pada acara Edge Day, tepatnya pada Rosi Music Fatmawati, Jakarta. Pendeknya, turut andil berbagi energi positif dengan mereka yang hadir. Edge Day sendiri merupakan acara penggalangan dana untuk Aca dari Straight Answer.

Sentuhan pundak mengakhiri konsentrasi saya pada gawai. Seorang crew bus mengingatkan perhentian rehat sekedar buang penat dan seteguk kopi penuh gula. Orderan template dari petugas restoran rest area, bahkan sebelum saya detailkan kopi saya seharusnya tanpa gula.

Kembali pada Compassion, materi penuh bertajuk “The First Step”. Berisikan 11 lagu yang dirilis dibawah label pinggir Pantura, Samstrong Records. Ritme kencang, dengan riff gitar ala Hardcore Youth Crew seperti Champion dan In My Eyes sangat terasa, dibalut dengan lirik presuasif yang sarat motivasi. Album ini juga dirilis dalam bentuk kaset Tape betepatan dengan adanya pagelaran Cassette Store Day.

Album penuh yang meneruskan “Demo’16” sebanyak empat lagu setahun sebelumnya. Nomor “Drown (its time to show”), “Two Words”, “GOOD”, dan “Self Control” tertera sebagai penyampai pesan untuk mengajak para Straight Edge Kids khususnya di Kota Malang untuk menunjukan berani menyuarakan bahwa mereka merupakan Straight Edge Kids.

Gerbang desa sudah tampak dari kejauhan, saya pun harus menyudahi perjalanan dengan menghayati pesan yang mereka sampaikan, untuk tetap melangkah dan mengejar apa yang diimpikan, Don’t stop to makes your dream come true, and try not to stop. Cause if you stop its all over!.

Ya…begitulah

(Visited 14 times, 1 visits today)