Sens, romantic pop Jakarta merilis “Tanda Mata Kedua”. Foto : dok.Sens

Artikel : Rizza Hujan

[HujanMusik!], Jakarta  – Tidak salah saat saya mengatakan bahwa cinta terlalu menggiurkan untuk tidak dijadikan inspirasi sebuah karya. Bukti teranyar datang dari Sens, band asal Jakarta yang digawangi Dika Aleandra (vokal), Shena Ariyandi (gitar), dan Andika Putra Maulana (drum) yang baru saja kembali meramaikan industri musik Indonesia setelah berkontemplasi selama dua dekade. Band ini melepas single anyar bertajuk “Tanda Mata Kedua” pada 27 September 2019 lalu.

Berawal dari keresahan yang melanda para personinya akhirnya mereka membuat sebuah lagu yang mengisahkan tentang fenomena sosial kehidupan kaum urban atau kelas menengah kota besar yang memiliki pola hubungan tanpa berlandaskan komitmen.

“Jadi, sekadar hubungan semalam saja. One night stand atau sejenisnya,” ungkap Dika Aleandra, vokalis.

Dengan kata lain, “Tanda Mata Kedua” menyuarakan kehampaan arti dari sebuah hubungan tanpa cinta, atau asmara semu.

Proses penggarapan lagu ini memakan waktu dua bulan dan mengalami perubahan aransemen beberapa kali. Dibungkus balutan musik yang mereka deskripsikan sebagai ‘Neo Soul’, lagu ini ditulis oleh Dika Aleandra dan diaransemen oleh Shena Ariyandi dengan bantuan Helvi Eriyanti pada departemen bass dan Biem Fake Hero pada sisi mixing dan mastering. Untuk penampilan panggung, band ini dibantu oleh Adib Syah (gitar), Kris (kibor), dan Novia Watung (vokal latar).

Ini merupakan format aransemen keempat setelah sebelumnya dikemas dalam kontur yang berbeda-beda. Musik di lagu ini lebih simpel, modern sound dan aransemen yang tidak njlimet,” jelas gitaris Shena Ariyandi.

Adagium ‘See your life from another point of view’ merupakan pernyataan yang tepat untuk menggambarkan mengapa orang harus mendengarkan lagu ini karena memiliki tema tidak seperti kisah cinta pada umumnya. Dan memang biasanya orang akan tertarik dengan kisah cinta tak biasa.

“Ada sudut pandang berbeda untuk melihat suatu permasalahan,” ringkas sang drumer Andika Putra Maulana mencoba meyakinkan.

Single pertama dari album ketiga dari band kawakan ini sudah tersedia di berbagai platform seperti iTunes, Spotify, Deezer, Deezer dan sejumlah platform digital streaming lainnya. Mereka juga tengah mempersiapkan video musik dan dirilis dalam waktu dekat. Kita tunggu saja kabar menyenangkannya.

Sens sendiri dibentuk dengan konsep yang diberi nama Expressive Romantic Pop. Band ini banyak dipengaruhi gaya bermusik Sting, Toto, Chicago dan sejenisnya. Merasa perlu ruang gerak yang lebih luas, album pertama pun dirilis secara indepeden dan menggandeng Virgo Ramayana Records. Dibantu oleh Bongky Ismail Marcel (BIP) maka lahirlah album ‘Musim Berganti’ pada 1998.

Banyak menampilkan unsur perkusi dan gitar akustik nylon, album ini dianggap cukup berkarakter dan mempunyai ciri. Walaupun secara penjualan hanya sanggup menembus angka 20 ribu keping, Sens dianggap sudah mempunyai ‘distinctive sound’ karena faktor tidak banyak pertimbangan komersil/industri.

Pada tahun 2000, dibantu oleh Harry Budiman dan Pay BIP, Sens dikontrak oleh perusahaan rekaman Universal Music Indonesia. Banyak bermain di area pop yang lebih ringan dan lebih ke arah musik Adult Contemporary, peluncuran album kedua ini kurang sukses secara komersial karena kurangnya promosi dari label rekaman bersangkutan.

Album kedua yang diberi judul ‘Seribu Malam Menanti’ ini berhasilkan menelurkan radio hits ‘Karena Kau Ada’ yang sampai saat ini masih diminati sejumlah penikmat musik Indonesia era ’90an.

(Visited 8 times, 1 visits today)