Vokalis Alone At Last, Yas Budaya merilis proyek baru D.R.A.M.A bersama MI’D. Foto : dok.Monkey Melody Records

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bandung  – Skala pembuka tawa seketika bermuram durja. Sesenggukan setelah meledak-ledak, meluapkan emosi dan tekanan. Aku yang lain adalah manusia yang dikemas dalam alter ego. Karakter lain yang dibentuk secara sadar, yang lantas kesan negative memperbincangkan pencitraan.

Namun tidak begitu dengan sosok frontman band Alone At Last dan pemilik proyek music Mitosmistis. Karakter lain yang ditampilkannya justru gambaran ideal tentang dirinya dan bagaimana ia bekerja dengan musiknya. Lalu kita mengenal Yas Budaya dengan jalinan D.R.A.M.A sebagai pencetus hip-hop dalam dirinya.

Kalender 2 September 2019 silam menjadi sumbu pembuka jalan dari alter ego seorang Yas Budaya. Single perdana ber genre hip-hop keluar dari cangkang genisu MI’D, seorang produser musik dari Monkey Melody Records.

Cukup mengejutkan memang mendengar tekanan tenor seorang Yas Budaya dalam Single D.R.A.M.A ini. Sisi alter ego yang berjalan dengan runtut, sukses menepikan kekakuan lantas muncul kerjasama humanis dengan Monkey Melody Records. sebuah unit usaha audio development untuk kebutuhan Multimedia dengan brand www.monkeymelody.com. Unit usaha yang sukses merilis 1 game berjudul Rage In Peace, salah satu game PC yang dirilis di platform Steam & Nintendo Switch yang secara niat mengajak 10 band indie Indonesia untuk mengisi soundtracknya.

Melalui single berjudul D.R.A.M.A, dua orang ini bercerita tentang banyaknya kreativitas, orang-orang hebat dan berbakat diluar sana, namun tiba-tiba terpatahkan oleh segelintir surat kaleng dan bahkan hanya potongan kalimat-kalimat yang membuat sang pekerja keras memutuskan untuk mundur dari kerja kerasnya.

D.R.A.M.A diharapkan menjadi perekat, menolak melihat kebelakang dan berlaku abai untuk para pekerja keras, penggiat kreatifitas dimanapun berada. Entah itu di jalan, di kantor, di sekolah, di pabrik, di cafe, di kampus, Stay wild and positive.

Semoga single ini juga tiba di kuping pengirim surat kaleng yang mematahkan semangat dalam berkreatifitas.

Karya ini diproduksi di Monkey Melody Records, Recording Studio sekaligus Record Label yang menjadi kapal pengantar single D.R.A.M.A ke platform digital streaming seperti Youtube, Spotify, apple music, iTunes dan lainnya. Lalu dipaparkan melalui Video Klip yang di arahkan oleh sutradara muda bernama Faiq Nurfratama.

Tetap membara bersama karya.

(Visited 14 times, 1 visits today)