Virtual Doom, hardcore punk dengan sentuhan crust punk. Mereka baru merilis album perdana. Foto : dok.Samstrong Records

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Yogyakarta  – Udara masih menyisakan pengap saat saya tiba pada sebuah istana pangan nan megah bernama sawah. Ombang-ambing menghabiskan akhir pekan terjawab dengan memanaskan sepeda obesitas, menembus sekat formalitas semu. Hujan menyembur tipis dari langit, sementara dua porsi ketan bakar sudah tersaji bersama kepulan asap mamang pedagang. Bersepeda, sawah dan mamang tukang ketan bak potret eksistensi ditengah gempuran modernisas. Seperti narasi yang disuarakan Virtual Doom, unit Hardcore Punk Yogyakarta dalam “Trapped Waste”.

Sebuah narasi “Trapped Waste” tentang pengalaman keseharian para personilnya menghadapi kehidupan dunia baru yang semakin antah berantah, mempertahankan eksistensi, gempuran modernisasi hingga pengalaman saling silang antar kenyataan dan harapan yang ujungnya hanya berakhir di tempat sampah.

Menyimak Virtual Doom seperti mengingatkan saya pada masa persimpangan tujuan. Keragu-raguan yang memuluskan penemuan keputusan, bahwa tujuan tetaplah harus diperjuangkan, apapun tantangannya.

Dibentuk tahun 2013 di Yogyakarta oleh tiga orang personil, Virtual Doom diisi dengan formasi awal vokalis Fika (Rotten Colony), gitaris Tamim (Rotten Colony), dan drummer Rangga. Semula mereka eksis dengan memainkan musik Fastcore/Thrashcore hingga menghasilkan demo berisi 4 lagu, diantaranya “Toxic in your water”, “Boycot Future”, “Deadly Oxigen”, dan “War of Industry”.

Tahun 2014 Virtual Doom mengistirahatkan diri karena kesibukan mereka selama kurang lebih tiga tahun. Kemudian Fika dan Rangga berinisiasi untuk mengaktifkan kembali dengan perubahan posisi, Rangga pada gitar,dan Soplo (NuriNoise/Nalais) pada drum, Fika tetap pada vokal dan sepakat untuk memainkan hardcore punk / power violence dengan sedikit sentuhan crust punk.

Tahun ini mereka resmi merilis album perdana dengan tajuk “Trapped Waste”, album berkekuatan 6 lagu, diantaranya “Existence Martyr”, “Paralyzed”, “I Thirstea (Greedy Mouth cover)”, “Paranoia”, “Rape Me In a Binary Holes”, “A Poisonous Space”.

Lagi-lagi dengan tawaran sound yang terdengar cukup kasar. Vokal berat berbalut tempo yang cukup cepat.

Album ini dirilis dalam bentuk kaset dan CD oleh dua label yaitu Samstrong Records dan Otakotor Records. Album ini direkam dan melalui proses mixing-mastering oleh Yuda “Bable” Hasfari Sagala di Watchtower Studio. Untuk artwork, Virtual Doom memercayakannya pada Ajeng Pratiwi. Resmi dirilis pada gelaran Cassette Store Day chapter Yogyakarta pada tanggal 12 Oktober di Kedai Kebun Forum.

(Visited 9 times, 1 visits today)