Narcholocos, Hardcore Punk Mexican YK. Pemilik lagu tempo cepat, singkat dan berbahasa Spanyol. Foto : otakotorrecords

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Yogyakarta Como estas adalah dua kata yang saya kenali dalam Bahasa Spanyol, selebihnya sekedar menerka, menengok google translate pun nyaris tak punya kadar dan urgensi. Kalaupun bisa sekedar mencari makna sekenanya, karena pasangan sering menggunakannya saat kesal dengan saya. Umpatan yang pada akhirnya saya minta diterjemahkan, entah tepat entah tidak saya percaya saja. Sesuatu yang penting tak penting juga, berbeda dengan Narcholocos, Hardcore Punk Mexican asal Yogyakarta yang mengucapkannya dalam sebuah album.

Dari sudut tepi kota yang lebih tepat disebut distrito de Sleman, sebuah unit Tinju Darurat, demikian mereka menyebut dirinya, melepaskan karya yang ramai diperbincangkan skena setempat. Lagu-lagunya yang begitu cepat dan dilantunkan dalam bahasa Spanyol cukup mencuri perhatian.

Mereka adalah sekumpulan pemuda tanggung yang percaya bahwa revolusi bisa dimulai dari minum kopi. Paling tidak memiliki ritual membahas isu sosial dan politik tanah air mereka, dengan kopi diantaranya.

Pada sebuah desa terpencil di utara kota yang mereka imajinasikan sebagai Condongcaturos, mereka memberangus habis isu-isu tersebut dalam tiap lagu-lagunya. Satu album sempat mereka lepaskan dalam tajuk “La Manifestacion”. Album berisi 9 lagu, diataranya adalah “La Introduction”, “De Frustas Fermentadas”, “Alcoholicas”, “Dureza De La Vida”, “Narcholocos Es La Solucion”, “Manifestantes Enjonados”, “Hacer Una Red”, “Trabajas o Trabajas”, dan “Prohibitas Por El Gobieno”.

Mendengarkan lagu-lagunya seperti mengarahkan saya untuk menengok kembali band-band Hardcore Punk Amerika Latin era 90an. Sebut saja Los Crudos atau Huasipungo. Seperti dua band yang saya sebut sebagai referensi, Narcholocos juga membawa semangat yang enerjik, baik dalam penulisan lagu pun saat mereka beraksi di panggung.

Tak berjarak lama, Narcholocos hadir kembali dengan split album bareng Analgeisha, band grindcore asal Jepang yang juga sepakat untuk membahas seputar isu sosial dan politik. Lantas dua puluh lagu putaran cepat mereka suguhkan dalam album split yang mereka rilis tanggal 12 Oktober 2019.

Tiga label antar kota yaitu Otakotor Records dari Yogyakarta, Samstrong Records dari Yogyakarta/Pekalongan, Maximum Alternative dari Salatiga akan membantu memproduksi dan mendistribusikan dalam bentuk kaset yang secara khusus di rilis pada saat gelaran Cassette Store Day chapter Yogyakarta 2019 di Kedai Kebun Forum, kawasan Tirtodipuran.

Narcholocos telah menyelesaikan rangkaian Tour ke beberapa kota di Indonesia yakni Bandung, Sukabumi, Tangerang, pada tanggal 3-7 Oktober 2019. Sebelumnya mereka juga sudah menghampiri beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur seperti DIY (Jogja,Bantul, Sleman), Solo, Magelang, dan Surabaya untuk berjumpa dengan BIN (Badan Intelegent Narcholocos) sebutan untuk para kerabat mereka yang selalu setia hadir di arena Tinju.

Magnifico!

(Visited 14 times, 1 visits today)