Rrag, indierock Bogor yang tengah berpacu dengan EP perdana. Foto : Aditya Rananda

Artikel & Foto : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor – Konsistensi basah tengah menguji adrenalin untuk melaju menemani udara sore selepas hujan. Bau aspal basah yang lama tak tersiram hujan bak menerkam kegelisahan berpekan-pekan. Saya sedang di jalan Pajajaran, mencoba menemu kembali gairah bersepeda demi menikmati kota. Setelah sekian waktu ditingkahi alunan random The Strokes, The White Stripes, The Hives hingga The Vines.

Laju sepeda singgah sesaat di Taman Kencana, spot epic muda-mudi anjangsana sekedar berjumpa kawan lama atau pujaan hatinya. Meeting point penting pada masanya, sebelum Taman Ekspresi dan kawasan Sempur sekitar mengambil alih peran itu. Lantas teringat salah satu unit indierock Bogor yang sedang semangat-semangatnya menyala, yaitu Rrag.

Baru-baru ini mereka dinyatakan lulus oleh publik karena telah mementaskan showcase peluncuran mini albumnya bertajuk “Eter”. Pesta kecil Uncomplete Energy yang tergelar berkat dukungan perkawanan dan kolega setia di Taman Kencana, 1 September 2019 silam.

Rrag sukses mementaskan karyanya dengan ditemani Texpack, Turk & Caicos juga Fwendz. Mereka perlu merasa bahagia, menebus niat baik membuat banyak teman senang menjadi motor pendorong, selain sumbangan kaos The Kuda untuk dijual dan dijadikan tambahan modal rekaman. Niat baik yang tersampaikan, sekaligus memanaskan kembali Taman Kencana sebagai ruang publik muda-mudi berkreasi.

Terkumpul secara kolektif, Rrag berdiri pada pertengahan tahun 2018 oleh Dhiadjeng (Vokal, Bass), Arafat (Vokal, Gitar), Damas (Gitar), dan Wili (Drum). Mereka memilih memainkan musik indierock bernotasi pop dengan sedikit sempalan nuansa shoegaze. Konon pilihan sound mereka terpengaruh peredaran music era 90an semodel Teenage Fanclub, The Smashing Pumpkins, Dinosaur Jr, The Cure, atau Rumahsakit.

Berselang dua bulan setelah melangsungkan debut panggung mereka, Rrag telah melakukan proses rekaman cepat di Bens ‘n Co Records Bogor pada bulan Februari 2019. Tempo 3 hari meraka kebut demi menghasilkan 5 buah lagu yang dirilis oleh Hujan! Rekords dan Kick It Records pada akhir bulan Juli 2019. Rilisan yang mereka kemas dalam format kaset pita dan digital.

Dikutip dari rilis media yang dikirim Hujan! Rekords, debut mini album Rrag yang diberi judul “Eter.” tersebut merangkum cerita dari para member Rrag tentang peristiwa-peristiwa yang personal dan kegelisahan anak muda dengan balutan musik indierock yang dreamy dan catchy.

Untuk memperkenalkan diri mereka secara lanjut, Rrag melepas lagu berjudul “Janari” sebagai single pertama dari mini album Eter. melalui kanal Bandcamp Hujan! Rekords pada hari Kamis tanggal 18 Juli 2019 secara bebas unduh.

Artwork EP “Eter”, https://hujanrekords.bandcamp.com/album/janari

Single “Janari” sendiri dipilih karena mampu merepresentasikan dan menangkap nuansa dari mini album Eter. secara keseluruhan, yaitu notasi pop manis yang ditingkahi oleh gitar mengawang sedikit ber-fuzz sebagai pondasi. Lagu yang judulnya diambil dari istilah Bahasa Sunda untuk waktu dini hari tersebut, menceritakan tentang orang-orang yang memulai aktifitasnya di dini hari, seperti penjual sayur di pasar, pedagang, pengemudi kendaraan, dan lain-lain.

“Inspirasi pembuatan Janari datang dari orang-orang yang sudah memulai harinya dan mengadu nasib ketika kebanyakan orang masih terlelap, gue ngeliat mereka seperti mempertaruhkan nyawa dan waktu istirahat untuk apa yang mereka perjuangkan dan pikirkan, “ ujar vokalis dan gitaris Acil.

Eter memuat amunisi 6 lagu yang akan mengajak pendengarnya berderai kegembiraan apapun situasinya. Nomor-nomor “Tua”, “Cold”, “Binar”, “Janari”, “Percaya” dan “Run” meluncur berkat olahan Deni Noviandi untuk mixing dan mastering. Artwork dikerjakan oleh Rrag dan seniman Cycojano. Sedangkan foto untuk sampul dikerjakan oleh Arafat Zawaid.

Pada awal perilisan paket deluxe mini album Eter dilepas berikut kaset, kaos, sticker, dan voucher download. Silahkan berkontak langsung dengan band dan label lebih lanjut.

Sukses dan terus berkarya

(Visited 22 times, 1 visits today)