“Telah Kuat” Menuju “Jakarta”

Nadimeraki, unit Pop asal Jogja yang merilis single kedua bertajuk "Jakarta". Foto : dok. Nadimeraki

 

Nadimeraki, unit Pop asal Jogja yang merilis single kedua bertajuk “Jakarta”. Foto : dok. Nadimeraki

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Yogyakarta -Yogyakarta dengan segudang legendanya sejenak mengelabui kesibukan pagi. Itinerary sekelebat, hasil rapat semalam tak menyisakan ruang rindu untuk bertemu masa lalu. Semua padat dan harus dijalankan dalam waktu singkat. Perjalanan kali ini tidak bersama binar kerinduan, sebagaimana tujuan ke Jogja biasanya. Sekali-dua kali tak apa, semoga kali ini kuat, sebagaimana senandung pop Nadimeraki, “Telah Kuat”.

Perjalanan terasa tenang setelah dibisiki lirik tentang bagaiamana menjadi kuat oleh Dika (vokal), Gilang (gitar), Radit (bass), dan Rangga (drum). Ingatan yang menepikan kenangan saat saya turun kendaraan di Jalan Godean. Balutan musik pop kental mengawal sejak dari intro pertama berkumandang.

Nadimeraki adalah grup yang mengawali jejaknya dengan nama Bytheway, garapan Dika dan Gilang. Mereka terus tumbuh dan berkembang hingga mengubah nama kolektif dengan menggandeng dua personil tambahan, yakni Rangga dan Radit. Sejak dibentuk sejak tahun 2015, Nadimeraki telah merilis beberapa single, seperti “Mendung Sore Hari”, dan “Jakarta”.

“Telah Kuat” adalah bagian pertama yang dirilis Nadimeraki pada 25 Desember 2018 silam. Bagian yang segera menuntaskan niat EP perdana dengan judul yang sama. Representasi mewakili kondisi mereka berempat, bukti komitmen untuk bersaman dalam satu band. Relevan dengan semangat yang ada sekarang.

Single kedua mengambil judul “Jakarta”, dirilis pada tanggal 22 Juni 2019 di platform musik digital, juga pada radio-radio lokal di Jogja dan berbagai kota lainnya.

Berbeda dengan single “Telah Kuat”, “Jakarta” memiliki warna baru yang coba ditorehkan Nadimeraki, yaitu dengan mengajak kolaborasi seorang Elang Nuraga ( The Finest Tree ). Sentuhan gitar Elang membuat lagu Jakarta semakin terasa “Jungle”.

Lagu yang di produseri oleh Sasi Kirono ( Tashoora ) tercipta dari kegelisahan penulisnya tentang banyaknya realita yang terjadi di Jakarta. Mitos dimana banyak orang berbondong-bondong datang ke Jakarta demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Namun tak semua akan berjalan sesuai yang diharapkan. Tak semua sesuai dengan kenyataan, lantas lupa bahwa kehidupan di Ibukota penuh dengan kepalsuan.

Tema kebanyakan dengan pledoi klise yang terus saja kejadian. Tak putus harapan demi penaklukan. Bukti bahwa pemerataan pembangunan dan kesempatan belum berjalan. Kota senantiasa menjadi gula-gula.

Pada akhirnya single “Jakarta” juga yang membawa saya kembali ke kota Jakarta dari Jogja. Singgah sejenak sebelum dua jam dengan berganti moda, menempuh perjalanan Jakarta – Bogor, pulang ke rumah tercinta.

Selamat menyimak

(Visited 19 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *