Zara und Bodevan, duo semi-electronic Jakarta yang baru merilis single “Venus”. Foto : dok.Zara und Bodevan

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Jakarta – Hamparan hutan lebat memenuhi latar belakang “Captain Fantastic”, sebuah tayangan layar lebar berdurasi hampir 2 jam yang menyuguhkan narasi-narasi sosialisme libertarian Chomsky dengan baik tanpa menggurui. Kisah satu keluarga anomali dengan ayah bernama Ben dan seorang ibu bernama Leslie dan anak-anak mereka, yaitu Bodevan, Kielyr, Vespyr, Rellian, Zaja dan Nai. Mereka memilih hidup di hutan, mengisolasi diri dari dunia luar dan mendidik anak-anak mereka dengan karakter yang unik. Keunikan yang menginspirasi Alif Tias Mangkunegara dan Gilang Batara untuk menamai proyek semi-electronic funk, disco dan jazz mereka. Pilihannya jatuh pada karakter anak-anak Ben, yaitu Zaja und Bodevan.

Berdaulat karya sejak 2017 telah membawa Zaja und Bodevan terlibat dalam petualangan penting ke “Venus”. Karya serius yang dirilis pertengahan 2019 dengan melibatkan Dennis Nussy, selaku produser sekaligus music director diproyek musik ini. Kombinasi musik dari background yang berbeda menambahkan variasi warna pada karya Zaja und Bodevan. Nama-nama seperti Jamiroquai, Earth wind and Fire, Brian McKnight, Michael Jackson, Duran duran hingga Lany, The 1975, Tom Misch, Sun Rai, Prep, dan bahkan Anomalie menjadi pengaruh yang kuat didalamnya.

Sekuat komitmen Alif dan Gilang yang memilih bertahan selepas ditinggal rekan-rekannya diband sebelumnya.

“Venus” merupakan anak panah pertama Zaja und Bodevan yang menjadi awal kiprah mereka di dunia musik modern. Sesuai dengan judulnya, lagu ini kental dengan nuansa luar angkasa yang di balut dalam musik semi-electronic. “Venus” bercerita tentang cinta, fantasi, dan hasrat secara jujur. Lirik yang ditulis oleh Alif Tias Mangkunegara ini seperti menuntun aransemen musik yang akhirnya kaya akan reverb dan variasi sound untuk menghasilkan efek seperti seolah-olah berada di planet tersebut.

Simpel, mudah dicerna dan diterima sebagaimana karakter Bodevan yang diterima di semua universitas terkemuka termasuk Harvard, meski tumbuh dengan didikan home schooling dan dialektika ideologi bapaknya.

Proses penggarapan “Venus” juga unik. Direkam di dua studio berbeda, dimana sesi drum di rekam di Mabes Studio dan instrumen lain termasuk vokal di garap di Kay Music Studio milik Dennis Nussy. Dinamika maju-mundur tak berurutan seperti menterjemahkan pertentangan nilai-nilai sosialisme dan kapitalisme dalam film “Captain Fantastic”. Pada akhirnya pengembangan ide-ide kreatif Zaja und Bodevan mengharuskan Dennis Nussy sebagai producer dan music director menjaga pagar konsep karya ini tetap konsisten.

Sampai disini saya menyadari kesamaan konteks Zaja und Bodevan dengan alur cerita film yang disutradarai oleh Matt Ross itu. Sebuah praktek retorika cara hidup dengan nilai-nilai dan prinsip.

Kini single “VENUS” sudah dapat dinikmati di berbagai portal digital antara lain iTunes, Spotify, Deezer, Joox, dan layanan music streaming lainnya.

(Visited 26 times, 1 visits today)