Mery Celeste kenalkan single “This Time”. Foto : dok.Mery Celeste

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor – Suara sunyi tengah membungkam saat saya tiba di Jalan Padi nomor 9, Ciheuleut, Bogor. Parkiran luar ruang penuh nyaris menyeluruh, menyisakan bantaran aspal beradu beton pinggiran yang berserakan. Pada titik ini saya tak bisa membayangkan apa rupa suasana di dalam. Venue toko musik yang tengah menyajikan proyek sesi dengar rilisan anyar dari kolektif indie rock, Mery Celeste. Sabtu, 15 Juni 2019 silam.

Dugaan saya tak beranjak jauh dari kenyataan senyatanya. Tak ada sisa ruang untuk melesakkan tubuh diantara tetamu yang hadir lebih dulu. Headphone terlihat jamak bertahta di kepala masing-masing pengunjung demi menyimak dialog para personil Mery Celeste. Swarasunyi menjadi tersangka penyedia fasilitas yang mau tak mau turut saya gunakan. Sensasi unik menyimak paparan musik dari ruang belakang, sembari berteman dengan kopi Ciwidey secara V60.

“This Time” menjadi tajuk menarik untuk geliat lanjutan Mery Celeste setelah lama terbenam bersama “Deep Sea”. Single besutan September 2018 yang sudah dilengkapi video musik. Single “This Time” menjadi waktu yang tepat bersamaan dengan bergulirnya gagasan Project Hearing Session di Eternal Store. Lengkap dengan kehadiran Neverstop Records yang didatangkan jauh-jauh dari Bandung. Neverstop Records adalah label yang diberi kewenangan untuk menerbitkan single anyar Mery Celeste itu.

Candaan Rifqi Danu, Intan Descenika, Rasit, Iqbal dan Ahmad yang melesat bersama MC Gilang telah membuka asa kemana mereka berkelana membawa musiknya. Berkutat dengan aktivitas studio di Bandung sejak Januari 2019, merekam dan mematangkan materi demi album baru, menjadi jawaban sepinya kehadiran Mery Celeste di panggung-panggung musik Bogor. Hasilnya single “This Time” kini sudah resmi mereka perdengarkan.

Intan Descenika, gitaris perempuan satu-satunya di Mery Celeste tengah menjadi pusat perhatian audiens. Sesi tanya jawab yang harusnya berlangsung interaktif berubah menjadi susunan kesan-kesan positif soal peran Intan yang turut bersuara dalam single ini. Tak dapat dipungkiri, suara sisipan Intan memang sukses menjembatani karakter vokal Rifqi Danu yang semakin terlatih dengan lirik-lirik berbahasa Inggris. Pelapis manis musik yang juga memainkan peranan Ahmad (bass), Rasit (gitar) dan Iqbal (drum).

Mendengarkan “This Time” pada momen sesi dengar malam itu seperti mengantarkan saya untuk mengingat kembali masa berkelana mencari kesejatian. Semacam cara kanan saya setelah sesaat sebelumnya berada pada acara halal bi halal yang lekat dengan nuansa aktivisme demonstran jalanan. Karakter khas bawaan Mery Celeste langsung teridentifikasi sejak menit 0.01 single ini diputar. Meredakan kobaran secara perlahan setelah menembus jalur Parung – Baranangsiang dalam kecepatan tinggi. Meski saya yakin tak seberapa jika dibandingkan 10 jam perjalanan kru Neverstop Records demi menghadiri hearing session ini.

Meminjam ungkapan salah satu audiens asal Taiwan, “this time is good time”, single “This Time” menjadi terjemahan bebas sebelum album penuh Mery celeste rilis. Rekaman dan produksi akhir “This Time” dilakukan di Red Studio Bandung. Studio yang mereka akrabi sejak pulang pergi Bandung – Bogor dan sebaliknya.

Kini, setelah menunggu beberapa lama sejak info karya Mery Celeste terbaru, “This Time” dalam bentuk video musik telah ditampilkan secara utuh di kanal Youtube resmi band.

This time for “This Time”.

(Visited 36 times, 1 visits today)