Limebrain, unit rock Bandung yang baru merilis album penuh. Foto : dok. Limebrain.

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bandung – Beban otak sedang tinggi-tingginya, sementara senyum tengah menyingkir dari alam pikir. Sungguh situasi yang tak tepat, tak ada nutrisi yang layak disematkan selain menepi untuk memberikan kesempatan logika permukaan sadar bernafas sejenak. Saya sedang kering gagasan, profesi pekerja amatiran yang tersandera cicilan memang tak memberi banyak pilihan. Menjalani rutinitas dengan tensi tertentu demi capaian produktifitas. Kalau sudah begini rasanya perlu perjamuan rock dalam kadar yang penuh dan nyata.

Beruntung, saat setelahnya saya menemukan pintasan rock and blues yang diusung Lamebrain, unit rock asal Bandung yang baru merilis album “For C. Marlowe”. Album rock independen dengan amunisi 9 lagu yang dikemas dalam format digital.

Sejak muncul kepermukaan dengan suguhan EP “Overpower” tahun 2015 silam, Lamebrain sempat terbenam 2 tahun lamanya. Itupun dugaan serampangan, toh rock and blues yang dihuni Pramaditya Azhar (drum), Mufti Mujtahid (Bass), Alan Davison (Gitar&Vokal) dan Rizky Aslam (gitar) ini tak benar-benar tenggelam. Tanda-tanda eksistensinya terendus awal tahun saat merilis single “Ace Combat” pada 19 Januari 2019.

Single yang dibaiat sebagai titik balik bagi Lamebrain. Perubahan warna musik yang diusung menjadikan Lamebrain lebih kaya dari EP Overpower (2015). Terdeteksi dengan adanya instrument tambahan, termasuk hadirnya Rizky Aslam melengkapi formasi. Sejak terbentuk 2012 silam Lamebrain terbiasa bermain dalam formasi trio.

Penggarapan materi album “For C. Marlowe” dilakukan di kediaman sang drummer dan bekerjasama dengan Hadiyan Fazari, juru rekam dari Red Studio, sementara proses mixing dan mastering dilakukan oleh sound engineer kawakan, Indra Severus.

Prosesi perilisan album “For C. Marlowe” terlihat berbeda dengan album-album sebelumnya. Rangkaian lagu dalam satu album dirilis selama 1 bulan, dengan jeda 2 lagu setiap minggunya. Penanda hari mereka pilih Senin dan Kamis pukul 19.00 WIB. Prosesi penerbitan lagu dalam album tersebut bertujuan untuk memperkenalkan lebih detail karya-karya Lamebrain.

Jika dalam “Ace Combat”, Lamebrain bertutur tentang dongeng fiktif dari sudut pandang orang ketiga dan menyerahkan penafsiran single tersebut pada para pendengarnya. Dalam album ini mereka menceritakan kisah keabadian C. Marlowe. Sosok yang menginspirasi lahirnya album penuh perdana Lamebrain. Sosok yang menjadi berkah sekaligus kutukan keabadian dan membuat hukum waktu tidak berlaku bagi C.Marlowe. Dikisahkan ia berpindah-pindah zaman dan menjalani kehidupannya dengan sosok berbeda di beberapa zaman.

Kini, sembilan lagu dalam album “For C.Marlowe” dapat disaksikan di kanal youtube Lamebrain Sound. Dan pada periode rilis lagu yang terakhir, dapat dinikmati juga melalui platform streaming lainnya. Senin – Kamis memang magis.

(Visited 22 times, 1 visits today)